Postingan

Persatuan Jemaat

“Persatuan Jemaat yang Berakar di dalam Kristus” 📖 Kolose 3:13–16 🎯 TUJUAN KOTBAH Jemaat memahami bahwa persatuan sejati bukan lahir dari kesamaan latar belakang, melainkan dari hidup baru di dalam Kristus yang dinyatakan melalui pengampunan, kasih, damai sejahtera, dan Firman Tuhan. 📖 PEMBACAAN FIRMAN Kolose 3:13–16 (TB) I. LATAR BELAKANG SINGKAT Jemaat Kolose hidup dalam keragaman budaya, sosial, dan rohani. Perbedaan ini berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan. Karena itu Paulus tidak hanya mengajarkan doktrin, tetapi cara hidup bersama sebagai satu tubuh di dalam Kristus. II. POKOK-P0KOK KOTBAH 1️⃣ Persatuan Dimulai dari Hati yang Mau Mengampuni 📖 “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain…” (ay. 13) Penjelasan: Perbedaan pasti ada dalam jemaat Luka dan kesalahan tidak terhindarkan Tanpa pengampunan, persatuan hanya slogan Kunci: ➡ Kristus adalah standar pengampunan, bukan perasaan kita. Aplikasi: Jangan simpan kepahitan dalam pelayana...

Komunitas

  Judul Kotbah “Komunitas: Tempat Iman Bertumbuh dan Kasih Dibagikan” Pendahuluan Allah tidak pernah merancang manusia untuk berjalan sendiri. Sejak awal, Tuhan menciptakan manusia untuk hidup dalam relasi dan persekutuan. Iman Kristen bukan iman yang individualistis, melainkan iman yang hidup, bertumbuh, dan dikuatkan dalam komunitas. Karena itu, komunitas sel bukan sekadar program gereja, tetapi alat Tuhan untuk membangun iman dan mempraktikkan kasih. I. Kita Membutuhkan Komunitas untuk Membangun Iman A. Iman bertumbuh melalui kebersamaan “Dan mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.” (Kisah Para Rasul 2:42) Iman tidak cukup hanya didengar dari mimbar, tetapi perlu dibagikan, didiskusikan, dan dihidupi bersama. Dalam komunitas sel, kita saling menguatkan saat iman lemah dan saling meneguhkan saat menghadapi pergumulan. B. Komunitas menolong kita tetap setia “Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan b...

Pelaku Firman

 Berikut 7 renungan harian pendek dengan tema “Pelaku Firman” yang ringkas, aplikatif, dan cocok untuk renungan pribadi maupun dibagikan kepada jemaat: Hari 1 – Firman yang Dihidupi Ayat: Yakobus 1:22 “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja.” Renungan: Firman Tuhan tidak diberikan hanya untuk didengar, tetapi untuk dilakukan. Mendengar tanpa melakukan membuat iman menjadi kosong. Ketika firman diwujudkan dalam tindakan, iman menjadi nyata dan hidup. Aplikasi: Apa satu firman yang hari ini bisa langsung saya lakukan? Hari 2 – Iman yang Terlihat Ayat: Yakobus 2:17 “Iman, jika tidak disertai perbuatan, adalah mati.” Renungan: Iman sejati selalu menghasilkan perbuatan. Bukan untuk pamer, tetapi sebagai bukti bahwa Kristus hidup di dalam kita. Dunia melihat iman kita melalui tindakan sehari-hari. Aplikasi: Tunjukkan iman melalui perbuatan kasih hari ini. Hari 3 – Taat Meski Tidak Mudah Ayat: Lukas 11:28 “Berbahagialah mereka yang mendengarkan firman A...

Berbuah setelah bertumbuh

  Tema: Setelah Bertumbuh, Kita Harus Berbuah Pendahuluan Dalam kehidupan rohani, Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk bertumbuh, tetapi juga untuk berbuah. Banyak orang senang berbicara tentang pertumbuhan iman: rajin ibadah, ikut pelayanan, menambah pengetahuan firman. Namun pertanyaannya adalah: apakah pertumbuhan itu menghasilkan buah? Yesus dengan tegas mengajar bahwa hidup yang melekat kepada-Nya pasti menghasilkan buah yang nyata. I. Tuhan Menghendaki Pertumbuhan yang Menghasilkan Buah 📖 Yohanes 15:5 (TB) “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak…” Pertumbuhan rohani sejati selalu berakar pada hubungan dengan Kristus. Tanpa tinggal di dalam Dia, pertumbuhan kita akan menjadi kering dan mandek. Tetapi ketika kita melekat pada Kristus, buah adalah hasil yang tidak terelakkan. 👉 Penekanan: Tinggal di dalam Kristus → Bertumbuh Bertumbuh di dalam Kristus → Berbuah II. Pertumbuhan Tanpa Buah Ti...

BERTUMBUH

“Bertumbuh Sampai Akhir” 📖 2 Petrus 3:18 “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” Pendahuluan Banyak orang Kristen memulai dengan baik, tetapi tidak semua mengakhiri dengan setia. Ada yang berhenti bertumbuh, puas secara rohani, atau bahkan mundur dalam iman. Ayat ini adalah penutup surat Petrus, artinya: 👉 ini pesan terakhir yang sangat penting 👉 ringkasan hidup Kristen 👉 panggilan sampai akhir hidup I. “Tetapi Bertumbuhlah” — Iman Tidak Boleh Stagnan Penjelasan Kata “bertumbuh” adalah perintah aktif dan berkelanjutan Artinya: jangan berhenti, jangan puas, jangan diam Lawan dari bertumbuh bukan jatuh, tetapi mandek 👉 Orang Kristen yang tidak bertumbuh, perlahan akan melemah Aplikasi Sudah berapa lama kita percaya, tapi apakah kita masih bertumbuh? Apakah doa, firman, dan karakter kita makin serupa Kristus? Jangan ukur iman dari usia rohani, tapi dari perub...

LONG LIFE LEANER

  Long life learner  (pembelajar seumur hidup) adalah  konsep seseorang yang secara sukarela dan berkelanjutan terus belajar di luar pendidikan formal untuk pengembangan pribadi, peningkatan karier, atau kepuasan pribadi, tidak terbatas usia, dan bisa melalui cara formal maupun informal seperti membaca, kursus online, atau diskusi untuk terus relevan dan tumbuh . Ini adalah pola pikir untuk selalu ingin tahu dan tidak pernah puas dengan pengetahuan saat ini, menjadikan belajar sebagai perjalanan sepanjang hayat. .   Ciri-ciri seorang long life learner: Rasa ingin tahu tinggi:  Selalu ingin tahu dan terbuka terhadap pengalaman baru. Pembelajar mandiri:  Mampu mencari dan menggunakan sumber belajar sendiri (buku, video, aplikasi). Motivasi diri kuat:  Belajar didorong oleh motivasi internal, bukan hanya tuntutan eksternal. Fleksibel:  Mampu mengubah cara pandang dan tidak takut keluar dari zona nyaman. Adaptif:  Terus memperbarui pengetahuan ag...

MURID SEPANJANG HIDUP

TEMA: LONG LIFE LEARNER (Hidup sebagai Murid Tuhan Seumur Hidup) Ayat Kunci “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Mazmur 90:12 Pendahuluan Dalam dunia modern, belajar sering dianggap hanya milik anak sekolah atau mahasiswa. Setelah lulus, banyak orang merasa tidak perlu lagi belajar. Namun Alkitab mengajarkan bahwa orang percaya dipanggil untuk terus bertumbuh, bukan hanya secara usia, tetapi juga secara rohani, hikmat, dan karakter. Orang Kristen sejati adalah “Long Life Learner” — pembelajar seumur hidup di hadapan Tuhan. 1. Tuhan Rindu Kita Terus Bertumbuh, Bukan Stagnan “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” 2 Petrus 3:18 Bertumbuh berarti ada proses belajar Jika tidak belajar, kita akan berhenti bertumbuh Stagnasi rohani sering terjadi bukan karena dosa besar, tetapi karena berhenti belajar ➡ Orang yang berhenti belajar, berhenti bertumbuh. 2. Yesus Sendi...