Postingan

Mengetuk

“ Mintalah, Carilah, Ketoklah: Tuhan yang Setia Menjawab” Ayat Dasar: Matius 7:7–8 (TB) “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima; dan setiap orang yang mencari, mendapat; dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” Pendahuluan Banyak orang percaya berkata, “Tuhan tahu kebutuhanku, jadi aku tidak perlu meminta.” Namun Yesus sendiri justru mengajar murid-murid-Nya untuk meminta, mencari, dan mengetuk. Ini bukan karena Tuhan tidak tahu, tetapi karena Tuhan rindu hubungan yang hidup, iman yang aktif, dan ketergantungan penuh dari anak-anak-Nya. Pokok Kotbah 1. Mintalah – Sikap Hati yang Bergantung kepada Tuhan Meminta berarti mengakui bahwa kita membutuhkan Tuhan. Orang yang tidak mau meminta sering kali sedang mengandalkan kekuatannya sendiri. Doa bukan tanda kelemahan, tetapi tanda iman. Ilustrasi: Seorang anak tidak ragu meminta kepada ayahnya, karena ia...

5 point

 Baik. Berikut 5 poin singkat + ilustrasi  5 PERUBAHAN KARAKTER JIKA DIA ADA DI DALAMKU (Kolose 2:9–11) 1️⃣ Dari Dikuasai Dosa → Dikuasai Kristus (Kolose 2:11) Inti: Kristus yang tinggal di dalam kita memutus kuasa dosa, bukan hanya mengampuni. Ilustrasi: Seperti saklar lampu. Dulu gelap karena listrik mati. Saat aliran listrik masuk, terang muncul. ➡️ Bukan lampunya yang berubah, sumber dayanya yang masuk. 2️⃣ Dari Egois → Taat pada Kehendak Tuhan (Kolose 2:10) Inti: Kristus menggeser pusat hidup dari “aku” menjadi “Dia”. Ilustrasi: Seperti kemudi kapal. Selama kemudi di tangan kita, kapal ke mana saja. Saat kemudi diserahkan ke nakhoda, arah menjadi jelas dan aman. 3️⃣ Dari Emosi Meledak → Hati yang Dikendalikan (Kolose 2:9) Inti: Kepenuhan Kristus di dalam kita mengendalikan emosi dan perkataan. Ilustrasi: Seperti rem mobil. Kecepatan boleh tinggi, tetapi tanpa rem akan celaka. Kristus menjadi rem yang menjaga hati dan lidah kita. 4️⃣ Dari Hidup Kosong → Hidup Berkepuasan (...

Perubahan karakter

Kolose 2:9–11) Kunci Utama Kristus yang tinggal di dalam kita tidak hanya mengubah status rohani, tetapi membentuk karakter hidup sehari-hari. Perubahan karakter bukan hasil usaha manusia semata, melainkan buah dari kepenuhan Kristus yang bekerja di dalam diri orang percaya. 1. Dari Hidup Dikuasai Dosa → Hidup Dikuasai Kristus (Kolose 2:11) “…penanggalan akan tubuh yang berdosa…” 🔹 Sebelum Kristus tinggal di dalam kita Mudah jatuh pada dosa yang sama Sulit menolak godaan Dosa terasa “normal” 🔹 Sesudah Kristus tinggal di dalam kita Dosa mulai terasa berat di hati Ada keinginan untuk bertobat dan berubah Ada peperangan batin yang sehat 📌 Perubahan karakter: ➡️ Dari permisif terhadap dosa → menjadi peka dan membenci dosa 2. Dari Hidup untuk Diri Sendiri → Hidup untuk Kehendak Tuhan (Kolose 2:10) “Kamu telah dipenuhi di dalam Dia…” 🔹 Kristus yang tinggal di dalam kita menggeser pusat hidup: bukan lagi “apa yang aku mau” tetapi “apa yang Tuhan kehendaki” 📌 Perubahan karakter: ➡️ Dari e...

Dia Ada di dalamku

“ Kepenuhan Kristus yang Tinggal di Dalam Kita” Fokus Ayat: Kolose 2:9–11 I. PENDAHULUAN (±5 menit) Jemaat yang dikasihi Tuhan, banyak orang Kristen hidup dalam iman, tetapi tidak hidup dalam kepastian. Ada yang merasa: tidak cukup rohani, masih terikat dosa lama, hidup Kristen terasa berat dan melelahkan. Padahal Rasul Paulus dengan tegas berkata bahwa segala yang kita butuhkan untuk hidup rohani sudah ada di dalam Kristus. Kolose 2:9–11 adalah inti Injil yang sangat kuat, karena Paulus menjelaskan: Siapa Kristus itu Apa yang terjadi saat Kristus tinggal di dalam kita Perubahan mendasar yang Allah kerjakan dalam hidup orang percaya II. KOLOSE 2:9 — KRISTUS ADALAH KEPENUHAN ALLAH (±7 menit) Kolose 2:9 (TB) “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.” 1. “Dalam Dialah berdiam…” Paulus tidak berkata singgah atau sementara, tetapi berdiam. Artinya: kepenuhan Allah tinggal secara tetap di dalam Kristus. Yesus bukan: sebagian Allah, wakil Allah, atau simbol Al...

Persatuan Jemaat

“Persatuan Jemaat yang Berakar di dalam Kristus” 📖 Kolose 3:13–16 🎯 TUJUAN KOTBAH Jemaat memahami bahwa persatuan sejati bukan lahir dari kesamaan latar belakang, melainkan dari hidup baru di dalam Kristus yang dinyatakan melalui pengampunan, kasih, damai sejahtera, dan Firman Tuhan. 📖 PEMBACAAN FIRMAN Kolose 3:13–16 (TB) I. LATAR BELAKANG SINGKAT Jemaat Kolose hidup dalam keragaman budaya, sosial, dan rohani. Perbedaan ini berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan. Karena itu Paulus tidak hanya mengajarkan doktrin, tetapi cara hidup bersama sebagai satu tubuh di dalam Kristus. II. POKOK-P0KOK KOTBAH 1️⃣ Persatuan Dimulai dari Hati yang Mau Mengampuni 📖 “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain…” (ay. 13) Penjelasan: Perbedaan pasti ada dalam jemaat Luka dan kesalahan tidak terhindarkan Tanpa pengampunan, persatuan hanya slogan Kunci: ➡ Kristus adalah standar pengampunan, bukan perasaan kita. Aplikasi: Jangan simpan kepahitan dalam pelayana...

Komunitas

  Judul Kotbah “Komunitas: Tempat Iman Bertumbuh dan Kasih Dibagikan” Pendahuluan Allah tidak pernah merancang manusia untuk berjalan sendiri. Sejak awal, Tuhan menciptakan manusia untuk hidup dalam relasi dan persekutuan. Iman Kristen bukan iman yang individualistis, melainkan iman yang hidup, bertumbuh, dan dikuatkan dalam komunitas. Karena itu, komunitas sel bukan sekadar program gereja, tetapi alat Tuhan untuk membangun iman dan mempraktikkan kasih. I. Kita Membutuhkan Komunitas untuk Membangun Iman A. Iman bertumbuh melalui kebersamaan “Dan mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.” (Kisah Para Rasul 2:42) Iman tidak cukup hanya didengar dari mimbar, tetapi perlu dibagikan, didiskusikan, dan dihidupi bersama. Dalam komunitas sel, kita saling menguatkan saat iman lemah dan saling meneguhkan saat menghadapi pergumulan. B. Komunitas menolong kita tetap setia “Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan b...

Pelaku Firman

 Berikut 7 renungan harian pendek dengan tema “Pelaku Firman” yang ringkas, aplikatif, dan cocok untuk renungan pribadi maupun dibagikan kepada jemaat: Hari 1 – Firman yang Dihidupi Ayat: Yakobus 1:22 “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja.” Renungan: Firman Tuhan tidak diberikan hanya untuk didengar, tetapi untuk dilakukan. Mendengar tanpa melakukan membuat iman menjadi kosong. Ketika firman diwujudkan dalam tindakan, iman menjadi nyata dan hidup. Aplikasi: Apa satu firman yang hari ini bisa langsung saya lakukan? Hari 2 – Iman yang Terlihat Ayat: Yakobus 2:17 “Iman, jika tidak disertai perbuatan, adalah mati.” Renungan: Iman sejati selalu menghasilkan perbuatan. Bukan untuk pamer, tetapi sebagai bukti bahwa Kristus hidup di dalam kita. Dunia melihat iman kita melalui tindakan sehari-hari. Aplikasi: Tunjukkan iman melalui perbuatan kasih hari ini. Hari 3 – Taat Meski Tidak Mudah Ayat: Lukas 11:28 “Berbahagialah mereka yang mendengarkan firman A...