Postingan

Menjaga Hati

 Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Supaya Mulut Kita Penuh Pujian dan Ucapan Syukur 1. Jaga Hati Tetap Dekat dengan Tuhan Karena perkataan berasal dari hati. “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.” — Alkitab: Matius 12:34 Jika hati dipenuhi: Firman Tuhan, damai sejahtera, kasih, maka mulut akan menghasilkan perkataan yang baik. 2. Biasakan Bersyukur dalam Segala Keadaan Jangan hanya bersyukur saat keadaan baik. “Mengucap syukurlah dalam segala hal…” — Alkitab: 1 Tesalonika 5:18 Orang yang terus bersyukur akan lebih sulit dikuasai: keluhan, kemarahan, dan perkataan negatif. 3. Isi Hidup dengan Firman Tuhan Firman Tuhan menolong kita mengontrol perkataan. “Perkataan-Mu itu pelita bagi kakiku…” — Alkitab: Mazmur 119:105 Semakin sering merenungkan Firman Tuhan, semakin bijaksana perkataan kita. 4. Hindari Lingkungan dan Percakapan yang Negatif Pergaulan memengaruhi cara berbicara. Jika terus mendengar: gosip, kata kasar, keluhan, maka mulut kita mudah ikut menjadi negatif. “Perga...

Gunakan Mulutmu untuk Pujian

Tema: “Gunakan Mulutmu untuk Ucapan Syukur dan Pujian, Bukan Kata-Kata Kotor atau Negatif” Ayat Tema “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun…” — Alkitab: Efesus 4:29 Pendahuluan Mulut adalah alat yang sangat kuat. Dengan mulut kita bisa: menguatkan atau melukai, memberkati atau mengutuk, memuliakan Tuhan atau mendukakan hati-Nya. Banyak orang rajin beribadah, tetapi perkataannya masih penuh: amarah, gosip, keluhan, hinaan, kata-kata kasar, dan ucapan negatif. Sebagai orang percaya, Tuhan ingin mulut kita dipakai untuk: mengucap syukur, memuji Tuhan, berkata benar, dan membangun sesama. 1. Tuhan Ingin Mulut Kita Dipenuhi Ucapan Syukur Ayat Pendukung “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah…” — Alkitab: 1 Tesalonika 5:18 “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.” — Alkitab: Mazmur 34:2 Penjelasan Orang yang dekat dengan Tuhan akan belajar menja...

Pembenahan Hati

  Masalah Sebagai Pembenahan Tuhan untuk Hidup Kudus Tema Tuhan sering mengizinkan masalah terjadi dalam kehidupan orang percaya bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk membentuk, memurnikan, dan membawa kita hidup semakin kudus di hadapan-Nya. Ayat Utama “Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.” — Ibrani 12:11 Pendahuluan Tidak ada orang yang suka masalah. Namun sering kali Tuhan memakai: pergumulan, kegagalan, teguran, proses hidup, bahkan air mata, untuk membenahi hati kita. Kadang Tuhan lebih peduli kepada kekudusan kita daripada kenyamanan kita. Masalah bukan selalu tanda Tuhan meninggalkan kita, tetapi bisa menjadi tanda bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita. 1. Tuhan Memakai Masalah untuk Memurnikan Iman Ayat Pendukung “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu…” — 1 Petrus 1:7 Penjelasan Ema...

Keselamatan

 Kita telah diselamatkan hanya Oleh Tuhan Yesus. Karena kita telah diselamatkan maka kita menghargai keselamatan itu dengan melakukan perintah-Nya.

Tujuan di Balik Badai

Gambar
  TEMA KHOTBAH: “TUJUAN DI BALIK BADAI” Teks utama: Matius 7:24–27 Matius 7:24-27 (TB) "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." I. BADAI ITU PASTI DATANG (Tidak bisa dihindari) Dalam Injil Matius 7:25, Yesus berkata: “Hujan turun dan banjir datang, angin melanda rumah itu…” Perhatikan: Yesus tidak berkata “jika” badai datang, tetapi “ketika” badai datang. Artinya: Orang benar maupun tidak benar sama-sama menghadapi badai Badai bisa berupa: masalah ekonomi sakit penyakit...

Roh Kudus ada dalamku

 “ Roh Kudus Tinggal di Dalam Diriku — Bagaimana Responku?” Karena Roh Kudus tinggal di dalamku, aku memilih hidup dalam kekudusan, peka terhadap pimpinan-Nya, dan mencerminkan Kristus dalam setiap langkahku. Ayat Utama Yohanes 14:16 (TB) “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.” Pendahuluan Yesus tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Ia berjanji memberikan Penolong, yaitu Roh Kudus, yang bukan hanya hadir di sekitar kita, tetapi tinggal di dalam diri kita. Ini adalah hak istimewa luar biasa bagi setiap orang percaya. Namun pertanyaannya: Jika Roh Kudus benar-benar tinggal di dalam kita, bagaimana seharusnya respon hidup kita? Dasar Firman Tuhan Roh Kudus tinggal di dalam kita 1 Korintus 6:19 (TB) “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu…” Dia menyertai dan memimpin Roma 8:14 (TB) “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” Dia men...

Fokus Doa

FOKUS DOA: BERSERAH, BUKAN MEMAKSA Saudara yang dikasihi Tuhan, sering kali tanpa kita sadari, doa kita lebih dipenuhi dengan daftar keinginan daripada sikap penyerahan. Kita datang kepada Tuhan bukan untuk mencari kehendak-Nya, tetapi untuk meminta Tuhan mengikuti kehendak kita. Padahal inti doa bukanlah:  ➡ “Tuhan, lakukan apa yang aku mau” melainkan: ➡ “Tuhan, bentuk aku untuk menerima kehendak-Mu” 1. DOA ADALAH PENYERAHAN, BUKAN PENGENDALIAN Banyak orang berdoa seolah-olah ingin “mengatur” Tuhan: Mengatur waktu jawaban Mengatur cara Tuhan bekerja Bahkan mengatur hasil akhirnya Tetapi doa yang benar adalah menyerahkan kendali sepenuhnya kepada Tuhan. Amsal 3:5-6 berkata: Amsal 3:5-6 (TB) Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.  Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.  “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu…” ➡ Artinya: kita berhenti mengandalkan pengertian kita sendiri. 2. TE...