Postingan

 Tema: Tuhan Ingin Menyapa dan Bertemu dengan Kita Ayat Kunci: "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." (Wahyu 3:20) Pendahuluan Sejak awal penciptaan, hati Tuhan selalu rindu bersekutu dengan manusia. Dosa memang memisahkan manusia dari Allah, tetapi kasih-Nya tidak pernah berhenti mencari dan menyapa manusia. Dari taman Eden hingga kedatangan Kristus, Tuhan terus mengambil inisiatif untuk bertemu dengan umat-Nya. 1. Tuhan Selalu Mengambil Inisiatif Menyapa Manusia Ayat Pendukung: Kejadian 3:8-9 Kejadian 3:8-9 (TB)  Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.  Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah e...

Positif Thinking

 Bahan Khotbah: “Selalu Katakan Hal yang Positif” Ayat Tema “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” — Efesus 4:29 Pendahuluan Perkataan adalah salah satu karunia Tuhan yang sangat berkuasa. Dengan mulut, seseorang dapat menghibur, menguatkan, memberkati, tetapi juga dapat melukai, menghancurkan, dan mematahkan semangat orang lain. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menggunakan perkataan yang membangun, bukan yang meruntuhkan. Dunia penuh dengan kata-kata negatif, tetapi anak-anak Tuhan dipanggil menjadi pembawa pengharapan. 1. Perkataan Memiliki Kuasa Ayat Pendukung “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” — Amsal 18:21 Perkataan bukan sekadar suara yang keluar dari mulut. Perkataan dapat memengaruhi pikiran, hati, dan tindakan seseorang. Ilustrasi Seorang guru berkata kepada muridnya, “Kamu pasti ...

Mengutamakan Tuhan

Mengutamakan Tuhan Tanpa Meninggalkan Keluarga dan Pekerjaan Pendahuluan Banyak orang berpikir bahwa mengutamakan Tuhan berarti harus meninggalkan keluarga, pekerjaan, atau tanggung jawab hidup. Padahal Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan ingin menjadi yang terutama di dalam seluruh aspek kehidupan kita — keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan keputusan sehari-hari. Mengutamakan Tuhan bukan berarti lari dari tanggung jawab, tetapi menghadirkan Tuhan di tengah tanggung jawab itu. Tuhan tidak hanya dipermuliakan di gereja, tetapi juga: di rumah, di tempat kerja, dalam cara kita mengasihi keluarga, dan dalam kesetiaan menjalani panggilan hidup. 1. Tuhan Harus Menjadi Prioritas Utama Ayat dasar “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” — Injil Matius 6:33 Mengutamakan Tuhan berarti: menempatkan kehendak Tuhan di atas keinginan pribadi, menjadikan Firman Tuhan sebagai dasar keputusan, tetap setia kepada Tuhan di tengah kesibukan hidup. Bu...

Menjaga Hati

 Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Supaya Mulut Kita Penuh Pujian dan Ucapan Syukur 1. Jaga Hati Tetap Dekat dengan Tuhan Karena perkataan berasal dari hati. “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.” — Alkitab: Matius 12:34 Jika hati dipenuhi: Firman Tuhan, damai sejahtera, kasih, maka mulut akan menghasilkan perkataan yang baik. 2. Biasakan Bersyukur dalam Segala Keadaan Jangan hanya bersyukur saat keadaan baik. “Mengucap syukurlah dalam segala hal…” — Alkitab: 1 Tesalonika 5:18 Orang yang terus bersyukur akan lebih sulit dikuasai: keluhan, kemarahan, dan perkataan negatif. 3. Isi Hidup dengan Firman Tuhan Firman Tuhan menolong kita mengontrol perkataan. “Perkataan-Mu itu pelita bagi kakiku…” — Alkitab: Mazmur 119:105 Semakin sering merenungkan Firman Tuhan, semakin bijaksana perkataan kita. 4. Hindari Lingkungan dan Percakapan yang Negatif Pergaulan memengaruhi cara berbicara. Jika terus mendengar: gosip, kata kasar, keluhan, maka mulut kita mudah ikut menjadi negatif. “Perga...

Gunakan Mulutmu untuk Pujian

Tema: “Gunakan Mulutmu untuk Ucapan Syukur dan Pujian, Bukan Kata-Kata Kotor atau Negatif” Ayat Tema “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun…” — Alkitab: Efesus 4:29 Pendahuluan Mulut adalah alat yang sangat kuat. Dengan mulut kita bisa: menguatkan atau melukai, memberkati atau mengutuk, memuliakan Tuhan atau mendukakan hati-Nya. Banyak orang rajin beribadah, tetapi perkataannya masih penuh: amarah, gosip, keluhan, hinaan, kata-kata kasar, dan ucapan negatif. Sebagai orang percaya, Tuhan ingin mulut kita dipakai untuk: mengucap syukur, memuji Tuhan, berkata benar, dan membangun sesama. 1. Tuhan Ingin Mulut Kita Dipenuhi Ucapan Syukur Ayat Pendukung “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah…” — Alkitab: 1 Tesalonika 5:18 “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.” — Alkitab: Mazmur 34:2 Penjelasan Orang yang dekat dengan Tuhan akan belajar menja...

Pembenahan Hati

  Masalah Sebagai Pembenahan Tuhan untuk Hidup Kudus Tema Tuhan sering mengizinkan masalah terjadi dalam kehidupan orang percaya bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk membentuk, memurnikan, dan membawa kita hidup semakin kudus di hadapan-Nya. Ayat Utama “Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.” — Ibrani 12:11 Pendahuluan Tidak ada orang yang suka masalah. Namun sering kali Tuhan memakai: pergumulan, kegagalan, teguran, proses hidup, bahkan air mata, untuk membenahi hati kita. Kadang Tuhan lebih peduli kepada kekudusan kita daripada kenyamanan kita. Masalah bukan selalu tanda Tuhan meninggalkan kita, tetapi bisa menjadi tanda bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita. 1. Tuhan Memakai Masalah untuk Memurnikan Iman Ayat Pendukung “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu…” — 1 Petrus 1:7 Penjelasan Ema...

Keselamatan

 Kita telah diselamatkan hanya Oleh Tuhan Yesus. Karena kita telah diselamatkan maka kita menghargai keselamatan itu dengan melakukan perintah-Nya.