Postingan

TERUSLAH MEMINTA, MENCARI, DAN MENGETOK

TERUSLAH MEMINTA, MENCARI, DAN MENGETOK (Ketekunan yang Menggerakkan Tangan Tuhan) Ayat utama: Injil Matius 7:7–8 Injil Lukas 11:9 1. Pendahuluan (±2 menit) Saudara, banyak orang berdoa, tetapi berhenti ketika jawabannya belum datang. Banyak yang meminta, tetapi kecewa saat Tuhan terasa diam. Yesus hari ini mengajar kita bukan doa sekali-sekali, tetapi gaya hidup yang tekun. Yesus tidak berkata: “Mintalah sekali…” Tetapi: “Teruslah meminta, teruslah mencari, dan teruslah mengetok.” 2. Penjelasan Firman (±5 menit) A. Tiga Perintah yang Bersifat Terus-Menerus Dalam bahasa Yunani, kata: Mintalah Carilah Ketoklah semuanya berbentuk present imperative → aksi berulang, konsisten, tidak berhenti. 👉 Artinya: Doa bukan aksi sesaat, tetapi perjalanan iman. B. Ayat 8 = Jaminan Tuhan Yesus melanjutkan: “Setiap orang yang meminta menerima…” Perhatikan kata “setiap”. Bukan hanya: Pendeta Pelayan penuh waktu Orang yang merasa “paling rohani” 👉 Setiap orang yang terus meminta, mencari, dan mengetok....

Matius 77 dan lukas 11:13

 Matius 7:7 – Teks Yunani (Greek) & Penjelasan 📜 Teks Yunani (NA/Byzantine) Αἰτεῖτε, καὶ δοθήσεται ὑμῖν· ζητεῖτε, καὶ εὑρήσετε· κρούετε, καὶ ἀνοιγήσεται ὑμῖν. Transliterasi: Aiteite, kai dothēsetai hymin; zēteite, kai heurēsete; krouete, kai anoigēsetai hymin. 🔍 Analisis Kata per Kata (Interlinear Ringkas) Greek Transliterasi Arti Keterangan Penting Αἰτεῖτε aiteite mintalah Imperatif kini (present) → tindakan terus-menerus δοθήσεται dothēsetai akan diberikan Bentuk pasif → Allah sebagai pemberi ζητεῖτε zēteite carilah Terus mencari, bukan sekali εὑρήσετε heurēsete kamu akan menemukan Janji hasil κρούετε krouete ketoklah Tindakan aktif & berulang ἀνοιγήσεται anoigēsetai akan dibukakan Pasif ilahi (Allah membuka) ὑμῖν hymin kepadamu Untuk para pendengar langsung 🧠 Makna Tata Bahasa yang Sangat Penting Ketiga kata perintah: Αἰτεῖτε (mintalah) ζητεῖτε (carilah) κρούετε (ketoklah) 👉 semuanya berbentuk Present Imperative Artinya lebih tepat diterjemahkan sebagai: “Teruslah me...

Kondisi wanita sakit 12 tahun

 Refleksi Rohani: Iman di Tengah Kelemahan (Injil Markus 5:25–34) Kisah perempuan yang 12 tahun pendarahan bukan hanya tentang mujizat fisik, tetapi tentang iman yang bertahan dalam penderitaan panjang. 1️⃣ Penderitaan Panjang Tidak Mematikan Harapan Dua belas tahun bukan waktu yang singkat. Itu adalah: 12 tahun sakit 12 tahun doa yang mungkin terasa belum dijawab 12 tahun penolakan sosial Namun Alkitab tidak mencatat ia menyerah. Ia tetap memiliki harapan bahwa ada Pribadi yang sanggup memulihkan. 👉 Refleksi: Berapa lama kita menunggu jawaban Tuhan? Apakah kita masih berharap? 2️⃣ Iman Tidak Selalu Berteriak, Kadang Hanya Menjamah Ia tidak memanggil Yesus keras-keras. Ia hanya berkata dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." (Markus 5:28) Imannya sederhana, tapi penuh keyakinan. 👉 Refleksi: Kadang kita merasa iman harus besar dan spektakuler. Padahal satu sentuhan iman yang tulus sudah cukup. 3️⃣ Yesus Tidak Hanya Menyembuhkan, Tapi Memulihkan Identit...

Wanita menjamah

 📖 Belajar dari Wanita yang Menjamah Jubah Yesus Kisah wanita yang menjamah jubah Yesus terdapat dalam: Injil Markus 5:25–34 Injil Matius 9:20–22 Injil Lukas 8:43–48 Ia adalah seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama 12 tahun. Secara medis ia menderita, secara sosial ia dikucilkan, dan secara rohani ia dianggap najis menurut hukum Taurat. Namun perjumpaannya dengan Yesus mengubah hidupnya. 🌿 Pelajaran Rohani yang Bisa Kita Ambil 1️⃣ Iman yang Bertindak Wanita itu berkata dalam hatinya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Imannya bukan hanya pikiran — tetapi tindakan. 🔎 Pelajaran: Iman sejati tidak diam. Iman mendorong kita melangkah mendekat kepada Tuhan meskipun keadaan belum berubah. Iman bukan menunggu kondisi sempurna, tetapi percaya di tengah keterbatasan. 2️⃣ Datang Walau Banyak Rintangan Ia harus: Menembus kerumunan Melawan rasa malu Mengabaikan stigma sosial Menghadapi kemungkinan ditolak 🔎 Pelajaran: Sering kali yang menghalangi kita bukan Tuhan, ...

Rendah Hati

 📊 OUTLINE PPT KOTBAH Belajar Rendah Hati 🖥 SLIDE 1 – COVER BELAJAR RENDAH HATI Yakobus 4:6 "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Yakobus 4:6 (TB)  Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."   🖥 SLIDE 2 – PEMBUKAAN Mengapa Kerendahan Hati Penting? Dunia mengajarkan untuk tampil hebat Tuhan mengajarkan untuk rendah hati Rendah hati bukan lemah Rendah hati adalah kekuatan karakter 🖥 SLIDE 3 – TELADAN UTAMA: YESUS ✨ Yesus Kristus Filipi 2:5-8 Filipi 2:5-8 (TB)  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menja...

Mengetuk

“ Mintalah, Carilah, Ketoklah: Tuhan yang Setia Menjawab” Ayat Dasar: Matius 7:7–8 (TB) “ Mintalah , maka akan diberikan kepadamu; carilah , maka kamu akan mendapat; ketoklah , maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima; dan setiap orang yang mencari, mendapat; dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” Pendahuluan Banyak orang percaya berkata, “Tuhan tahu kebutuhanku, jadi aku tidak perlu meminta.” Namun Yesus sendiri justru mengajar murid-murid-Nya untuk meminta, mencari, dan mengetuk. Ini bukan karena Tuhan tidak tahu, tetapi karena Tuhan rindu hubungan yang hidup, iman yang aktif, dan ketergantungan penuh dari anak-anak-Nya. Pokok Kotbah 1. Mintalah – Sikap Hati yang Bergantung kepada Tuhan Meminta berarti mengakui bahwa kita membutuhkan Tuhan. Orang yang tidak mau meminta sering kali sedang mengandalkan kekuatannya sendiri. Doa bukan tanda kelemahan, tetapi tanda iman. Ilustrasi: Seorang anak tidak ragu meminta kepada ayahnya, karen...