Kenapa Ayub 23:10
Latar belakang mengapa Ayub bisa berkata demikian dalam Ayub 23:10.
📖 Latar Belakang Ayub 23:10
Kitab Ayub menggambarkan seorang yang saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:1). Namun, dalam sekejap ia mengalami penderitaan yang begitu dahsyat:
- Kehilangan harta & anak-anaknya (Ayub 1:13–19).
- Diserang penyakit kulit yang parah (Ayub 2:7).
- Ditinggalkan & disalahpahami istri (Ayub 2:9).
- Dituduh salah oleh sahabat-sahabatnya (Ayub 4–22).
Dalam penderitaan yang panjang itu, Ayub merasa seolah-olah Allah bersembunyi darinya (Ayub 23:3, “Ah, kalau aku tahu di mana dapat menemui Dia, maka aku akan sampai ke tempat Ia bersemayam.”). Ia mencari Allah ke timur, barat, utara, dan selatan—tetapi tidak dapat menemukan-Nya (Ayub 23:8–9).
➡️ Namun, justru di tengah perasaan kehilangan arah itulah Ayub mengucapkan kata iman luar biasa:
“Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.” (Ayub 23:10).
✨ Mengapa Ayub berkata demikian?
-
Keyakinannya bahwa Allah tetap berdaulat
Meskipun ia tidak bisa mengerti jalan hidupnya, Ayub percaya bahwa Allah tidak pernah salah. Jalan Ayub tidak tersembunyi dari Allah. -
Penderitaan adalah ujian, bukan hukuman
Sahabat-sahabatnya menuduh bahwa Ayub menderita karena dosanya. Tetapi Ayub tahu bahwa ujian ini bukan karena kesalahan moral yang disengaja. Ia yakin Tuhan sedang memurnikannya. -
Iman yang tetap bertahan
Ayub percaya bahwa penderitaannya tidak sia-sia, melainkan akan menghasilkan sesuatu yang berharga—seperti emas yang dimurnikan oleh api.
📌 Kesimpulan
Ayub mengucapkan perkataan ini di tengah kondisi terendah dalam hidupnya, bukan ketika keadaan baik. Hal itu menunjukkan kedalaman imannya. Ia percaya: meskipun ia tidak mengerti jalannya sendiri, Allah tahu jalannya. Dan pada akhirnya, Tuhan memulihkan Ayub bahkan lebih daripada sebelumnya (Ayub 42:10).
Komentar
Posting Komentar