Rindu.Hadirat Allah
Rindu Akan Hadirat Allah".
Renungan: Rindu Akan Hadirat Allah
Mazmur 42:2-3
"Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?"
Setiap orang pasti pernah merasakan kerinduan—rindu bertemu keluarga, sahabat, atau orang yang dikasihi. Namun ada kerinduan yang lebih dalam daripada semua itu, yaitu kerinduan akan hadirat Allah. Pemazmur menggambarkan kerinduan ini seperti rusa yang haus dan mencari air. Tanpa air, rusa itu akan mati; demikian pula jiwa kita tanpa hadirat Allah akan menjadi kering, kosong, dan kehilangan arah.
Hadirat Allah bukan hanya berbicara tentang suasana doa atau ibadah di gereja, tetapi juga kesadaran bahwa Allah selalu dekat, menyertai, dan berkuasa atas hidup kita. Ketika kita sungguh-sungguh merindukan Dia, hati kita akan dipenuhi damai, sukacita, dan kekuatan yang tidak dapat diberikan dunia ini.
Kerinduan akan hadirat Allah membuat kita:
- Mencari Allah dalam doa – bukan sekadar meminta, tetapi ingin lebih dekat dengan-Nya.
- Merenungkan firman-Nya – sebab firman adalah jalan untuk mengenal hati Allah.
- Hidup dalam kekudusan – karena Allah yang kudus hanya dapat ditemui oleh hati yang bersih.
Kerinduan sejati tidak berhenti hanya di bibir, melainkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semakin kita haus akan Allah, semakin kita akan mengalami kepuasan sejati di dalam Dia.
Aplikasi dalam hidup kita:
- Luangkan waktu khusus setiap hari untuk mencari Tuhan dalam doa pribadi.
- Jangan biarkan kesibukan dunia mengalahkan kerinduan akan hadirat-Nya.
- Latih hati untuk selalu peka terhadap suara Tuhan melalui firman dan Roh Kudus.
Doa
“Ya Bapa, jiwaku haus akan hadirat-Mu. Jangan biarkan aku merasa cukup tanpa Engkau. Tariklah hatiku semakin dekat dengan-Mu, sehingga hidupku dipenuhi oleh kasih, damai, dan kuasa-Mu. Amin.”
Komentar
Posting Komentar