saling mengucapkan Shalom
Mengucapkan salam damai kepada sesama adalah hal yang sangat penting, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam terang firman Tuhan. Berikut beberapa alasannya:
1. Salam damai adalah wujud kasih Kristus
Yesus sendiri berkata:
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu...” (Yohanes 14:27)
Dengan mengucapkan salam damai, kita sedang menyalurkan kasih dan damai dari Kristus kepada orang lain. Itu tanda bahwa kita mau hidup rukun, tidak menyimpan dendam, dan membuka ruang bagi persaudaraan.
2. Menguatkan hubungan dengan sesama
Salam damai sederhana seperti “Shalom” atau “Damai sejahtera Tuhan menyertaimu” dapat mengubah suasana hati orang lain, memberi semangat, serta mempererat persaudaraan. Salam itu bisa menjadi awal komunikasi yang sehat, penuh kasih, dan jauh dari permusuhan.
3. Cerminan kerendahan hati
Saat memberi salam damai, kita sebenarnya sedang menempatkan diri kita sebagai sahabat, bukan musuh. Rasul Paulus menasihatkan:
“Hiduplah dalam damai seorang dengan yang lain.” (Roma 12:18)
Itu artinya kita dipanggil untuk tidak membesarkan perbedaan, melainkan mengutamakan kerukunan.
4. Salam damai membawa berkat
Alkitab mengajarkan bahwa orang yang membawa damai disebut “anak-anak Allah” (Matius 5:9). Jadi, setiap kali kita mengucapkan salam damai, kita sedang menabur benih berkat dan mencerminkan identitas kita sebagai anak Tuhan.
✨ Kesimpulan:
Mengucapkan salam damai bukan hanya basa-basi, tetapi ungkapan iman, kasih, dan kerinduan untuk hidup rukun. Salam damai adalah pesan sederhana namun sarat kuasa yang bisa menghadirkan kasih Kristus di tengah dunia yang penuh pertentangan.
Komentar
Posting Komentar