Mengasihi Tuhan dengan benar
Sudahkah kita melayani dengan Benar? Sesuai dengan Mindset Tuhan?
1 Korintus 9:27 (TB)
> “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”
Beberapa terjemahan dan tafsiran memakai kata-kata seperti:
“jangan aku sendiri tertinggal,”
“jangan aku sendiri gagal,”
“jangan aku sendiri tidak layak,”
Makna utamanya:
Paulus sangat serius tentang disiplin rohani. Ia tidak ingin setelah mengajar banyak orang, hidupnya sendiri tidak berkenan kepada Tuhan, sehingga ia “tertinggal” dari mahkota dan panggilan ilahi.
Penjelasan Singkat
“Melatih tubuhku” → Paulus menjaga hidupnya dalam kekudusan dan disiplin.
“Menguasainya” → ia menundukkan keinginan daging.
“Jangan aku sendiri ditolak” → agar ia tidak gagal mencapai tujuan rohani meski telah banyak melayani.
Renungan: “Jangan Sampai Aku Tertinggal”
1 Korintus 9:27
“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”
1. Pelayanan Bukan Jaminan Kesalehan
Paulus adalah rasul besar yang telah mendirikan banyak jemaat, mengajar ribuan orang, dan menulis sebagian Perjanjian Baru. Namun ia tetap berkata bahwa ia harus melatih dirinya agar tidak “ditolak”.
Artinya: pelayanan bukan jaminan bahwa hidup kita otomatis benar. Kita bisa aktif melayani, tetapi hati kita jauh dari Tuhan.
2. Berdisiplin: Melatih Tubuh dan Hati
Paulus memakai istilah seorang atlet. Atlet berlatih dengan keras agar tidak gugur dalam pertandingan.
Demikian pula kehidupan rohani memerlukan:
- Disiplin doa,
- Disiplin membaca firman,
- Disiplin menjaga kekudusan,
- Disiplin mengendalikan emosi dan keinginan daging.
Tanpa disiplin ini, kita bisa saja “tertinggal” walaupun tampak berhasil di luar.
3. Bahaya Tersembunyi: Melayani Tapi Tidak Hidup dalam Firman
Banyak orang dapat berkhotbah, mengajar, bahkan memimpin ibadah, tetapi jika kehidupannya tidak dijaga, ia bisa kehilangan fokus rohani. Paulus takut ia sendiri menjadi contoh buruk setelah mengajar banyak orang.
Pelajaran penting:
Jangan hanya fokus pada hasil pelayanan, tetapi juga bagaimana kita menjaga hati di hadapan Tuhan.
4. Hidup Berlari Menuju Tujuan
Paulus memakai bahasa seorang pelari yang mengejar garis akhir. Ia ingin mengakhiri pertandingan dengan setia dan menerima mahkota dari Tuhan.
Kita pun dipanggil untuk menyelesaikan perlombaan hidup kita dengan:
- Setia,
- Tidak lengah,
- Tidak menyerah,
- Tidak membiarkan dosa menahan kita.
5. Renungan Pribadi
- Apakah saya hanya sibuk melayani, tetapi lupa membangun hubungan pribadi dengan Tuhan?
- Apakah saya menjaga hidup saya agar tetap kudus dan berkenan kepada Tuhan?
- Apakah saya berjuang dalam disiplin rohani setiap hari?
Doa Penutup
Tuhan, tolong aku untuk tidak hanya aktif dalam pelayanan, tetapi juga menjaga hatiku agar tetap mengasihi dan taat kepada-Mu. Ajari aku hidup berdisiplin, melatih diri, dan menguasai diriku, supaya setelah semua yang aku lakukan bagi-Mu, aku tidak tertinggal. Teguhkan aku untuk setia sampai garis akhir. Dalam nama Yesus. Amin.
Komentar
Posting Komentar