2 Korintus 1
ASIA KECIL
Asia Kecil = wilayah Anatolia (Turki sekarang), tempat berdirinya banyak jemaat mula-mula, dan pusat penting pelayanan Rasul Paulus.
Pada masa Romawi, Asia Kecil menjadi pusat penting perdagangan, budaya, dan agama.
Banyak kota di sana menjadi pusat penyebaran Injil setelah kebangkitan Yesus.
Bahasa yang banyak dipakai adalah Yunani, karena pengaruh kekaisaran Helenistik.
----------+--
Judul: “Dibentuk Melalui Kesengsaraan: Melihat Penderitaan Dengan Mata Paulus”
Teks: 2 Korintus 1:3–11
1. Penderitaan Bukan Bukti Allah Meninggalkan, Tetapi Allah Menguatkan
Paulus menyebut Allah sebagai “Bapa segala penghiburan”.
Penderitaan bukan tanda Allah menjauh, tetapi tempat Allah menyatakan:
- kekuatan-Nya
- penghiburan-Nya
- hadirat-Nya yang paling nyata
Ketika beban terasa menghimpit, sesungguhnya Tuhan sedang menguatkan umat-Nya dari dalam.
2. Penderitaan Membentuk Karakter dan Menghasilkan Penghibur-Penghibur Baru
Paulus berkata bahwa Allah menghibur dia supaya ia dapat menghibur orang lain (ay. 4).
Artinya, Tuhan memakai:
- tekanan untuk mengikis kesombongan,
- kegagalan untuk menyadarkan kelemahan,
- kekecewaan untuk mengajar ketergantungan yang murni.
Luka yang disembuhkan Tuhan menjadi alat untuk menyembuhkan orang lain.
Hamba Tuhan yang pernah diselamatkan dari kesesakan akan lebih peka, rendah hati, dan penuh belas kasihan.
3. Penderitaan Membawa Paulus Pada Ketergantungan Total Kepada Allah
Paulus berkata bahwa ia “putus asa akan hidupnya” (ay. 8).
Tetapi justru di titik itulah ia belajar tidak bertumpu pada dirinya sendiri, tetapi pada Allah yang membangkitkan orang mati (ay. 9).
Ketika kekuatan manusia habis, kuasa Tuhan mulai bekerja.
Ketergantungan pada Tuhan adalah tujuan dari setiap kesengsaraan.
4. Penderitaan Menjadi Kesaksian Tentang Kuasa Pemeliharaan Allah
Paulus menyaksikan bahwa:
- Tuhan telah melepaskan
- Tuhan sedang melepaskan
- Tuhan akan terus melepaskan (ay. 10)
Kesengsaraan bukan akhir cerita—tetapi jembatan menuju pengalaman baru akan kesetiaan Allah.
Melalui kesaksian hidup, jemaat melihat bahwa Allah setia dan kuasa-Nya nyata.
Kesimpulan
Menurut Paulus, penderitaan bukan musuh iman, tetapi alat pembentukan Allah.
Di dalamnya kita menemukan:
- penghiburan Bapa,
- karakter yang dibentuk,
- ketergantungan total pada Tuhan,
- dan kesaksian tentang kuasa-Nya.
Penderitaan mengikis kesombongan, menyingkapkan kelemahan, dan menumbuhkan ketergantungan yang murni pada Allah.
Komentar
Posting Komentar