PERCAYA KEPADA TUHAN
Bagaimana Kita Percaya kepada Tuhan
AYAT KUNCI
Amsal 3:5–6
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
PENDAHULUAN
Percaya kepada Tuhan bukan sekadar pengakuan lisan, tetapi sikap hati dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang berkata percaya, namun ketika masalah datang, mereka panik, ragu, dan mengandalkan kekuatan sendiri. Alkitab memberikan banyak contoh bagaimana iman sejati itu dinyatakan.
I. Percaya kepada Tuhan dengan TAAT, walau tidak mengerti
Contoh: Abraham taat meninggalkan negerinya
📖 Kejadian 12:1–4
Abraham dipanggil Tuhan untuk pergi ke negeri yang tidak ia kenal. Tuhan tidak menjelaskan secara detail masa depan yang akan ia hadapi, namun Abraham taat karena percaya.
Pelajaran:
Percaya kepada Tuhan berarti melangkah dalam ketaatan, bukan menunggu semua jelas.
Iman sejati sering dimulai saat kita tidak melihat jalan, tetapi tetap melangkah.
Aplikasi:
Apakah kita mau taat ketika Tuhan meminta kita melangkah keluar dari zona nyaman?
II. Percaya kepada Tuhan di tengah ketakutan dan krisis
Contoh: Daud menghadapi Goliat
📖 1 Samuel 17:45–47
Daud bukan mengandalkan senjata atau kekuatannya, tetapi nama TUHAN semesta alam.
Pelajaran:
Percaya kepada Tuhan berarti melihat masalah dengan sudut pandang iman, bukan ketakutan.
Tuhan yang besar lebih berkuasa dari masalah yang besar.
Aplikasi:
Masalah apa yang sedang kita hadapi hari ini? Apakah kita memandangnya lebih besar dari Tuhan?
III. Percaya kepada Tuhan dengan berserah, bukan bersungut-sungut
Contoh: Bangsa Israel di padang gurun
📖 Keluaran 16:2–4
Bangsa Israel sering bersungut-sungut meskipun Tuhan sudah membebaskan mereka dari Mesir.
Pelajaran:
Ketidakpercayaan sering muncul dalam bentuk keluhan.
Tuhan ingin umat-Nya belajar percaya setiap hari, bukan hanya saat mujizat besar terjadi.
Aplikasi:
Apakah kita lebih sering mengeluh atau bersyukur dalam proses hidup?
IV. Percaya kepada Tuhan dinyatakan lewat tindakan iman
Contoh: Perempuan yang sakit pendarahan
📖 Markus 5:25–34
Ia percaya bahwa menjamah jubah Yesus saja cukup untuk menyembuhkannya.
Pelajaran:
Iman sejati mendorong seseorang untuk bertindak, bukan hanya berharap.
Tuhan menghargai iman yang sederhana tetapi sungguh-sungguh.
Aplikasi:
Apakah iman kita hanya di dalam pikiran, atau sudah menjadi tindakan nyata?
V. Percaya kepada Tuhan menghasilkan damai dan pengharapan
Contoh: Daniel di gua singa
📖 Daniel 6:23
Daniel tetap setia berdoa meskipun ada ancaman kematian.
Pelajaran:
Percaya kepada Tuhan tidak selalu menghindarkan kita dari masalah, tetapi Tuhan menyertai di dalam masalah.
Iman membawa ketenangan di situasi yang paling berbahaya.
Aplikasi:
Apakah kita tetap setia kepada Tuhan ketika iman kita diuji?
PENUTUP
Percaya kepada Tuhan bukan hanya untuk saat ibadah, tetapi untuk setiap musim kehidupan:
Saat tidak mengerti → tetap taat
Saat takut → tetap berharap
Saat menunggu → tetap setia
Saat diuji → tetap percaya
Ibrani 11:6
“Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.”
AJAKAN RENUNGAN
Mari bertanya pada diri kita masing-masing:
Apakah iman saya hanya di mulut, atau sudah nyata dalam tindakan?
Di bagian hidup mana saya masih belum sepenuhnya percaya kepada Tuhan?
Komentar
Posting Komentar