Kondisi wanita sakit 12 tahun
Refleksi Rohani: Iman di Tengah Kelemahan
(Injil Markus 5:25–34)
Kisah perempuan yang 12 tahun pendarahan bukan hanya tentang mujizat fisik, tetapi tentang iman yang bertahan dalam penderitaan panjang.
1️⃣ Penderitaan Panjang Tidak Mematikan Harapan
Dua belas tahun bukan waktu yang singkat. Itu adalah:
12 tahun sakit
12 tahun doa yang mungkin terasa belum dijawab
12 tahun penolakan sosial
Namun Alkitab tidak mencatat ia menyerah.
Ia tetap memiliki harapan bahwa ada Pribadi yang sanggup memulihkan.
👉 Refleksi:
Berapa lama kita menunggu jawaban Tuhan? Apakah kita masih berharap?
2️⃣ Iman Tidak Selalu Berteriak, Kadang Hanya Menjamah
Ia tidak memanggil Yesus keras-keras.
Ia hanya berkata dalam hatinya:
"Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." (Markus 5:28)
Imannya sederhana, tapi penuh keyakinan.
👉 Refleksi:
Kadang kita merasa iman harus besar dan spektakuler.
Padahal satu sentuhan iman yang tulus sudah cukup.
3️⃣ Yesus Tidak Hanya Menyembuhkan, Tapi Memulihkan Identitas
Yesus berkata:
"Hai anak-Ku (Daughter), imanmu telah menyelamatkan engkau." (Markus 5:34)
Selama 12 tahun ia dianggap najis.
Namun Yesus menyebutnya anak — sebuah panggilan yang memulihkan martabatnya.
👉 Refleksi:
Tuhan tidak hanya mau menyelesaikan masalah kita,
Dia mau memulihkan harga diri dan hubungan kita dengan-Nya.
4️⃣ Iman Mengalir dari Keputusan Mendekat
Ia harus:
Menembus kerumunan
Melawan rasa takut
Mengabaikan stigma
Iman bukan hanya perasaan, tapi tindakan mendekat kepada Tuhan.
👉 Refleksi:
Apa yang harus kita terobos hari ini untuk mendekat kepada Tuhan?
Pesan Inti
Kisah ini mengajarkan bahwa:
✨ Tidak ada penderitaan yang terlalu lama bagi Tuhan untuk pulihkan.
✨ Tidak ada kondisi yang terlalu najis untuk disentuh kasih-Nya.
✨ Tidak ada iman yang terlalu kecil untuk diperhitungkan-Nya.
Komentar
Posting Komentar