Miskin di hadapan Allah
Berikut pendalaman bahasa Yunani dari Matius 5:3, dengan fokus khusus pada kata “miskin”, disusun lebih teknis dan eksposisional (cocok untuk pengkhotbah, PA dewasa, atau kelas teologi dasar).
Teks Yunani Matius 5:3
Μακάριοι οἱ πτωχοὶ τῷ πνεύματι,
ὅτι αὐτῶν ἐστὶν ἡ βασιλεία τῶν οὐρανῶν.
(Makarioi hoi ptōchoi tō pneumati, hoti autōn estin hē basileia tōn ouranōn)
1. Kata “Berbahagialah” – μακάριοι (makarioi)
Sebelum masuk ke “miskin”, penting memahami konteksnya.
Makna makarios
Bukan sekadar “senang” atau “bahagia secara emosi”
Mengandung arti:
Keadaan diberkati Allah
Status ilahi, bukan perasaan sementara
Dalam Septuaginta (PL Yunani):
Dipakai untuk orang yang hidup benar di hadapan Allah (Mzm 1:1)
👉 Yesus sedang menyatakan status rohani, bukan kondisi psikologis.
2. Kata “Miskin” – πτωχός (ptōchos)
Ini inti pendalaman.
A. Bentuk kata
πτωχοὶ (ptōchoi) → bentuk jamak, nominatif
Menunjuk kelompok orang, bukan individu kasus khusus
B. Arti leksikal
Kata ptōchos berasal dari akar kata:
πτωσσω (ptōssō) = meringkuk, membungkuk, mengecilkan diri
Maknanya:
Orang yang tidak punya apa-apa sama sekali
Pengemis yang hidup dari belas kasihan
Tidak memiliki sumber daya untuk bertahan hidup
⚠️ Penting: Bahasa Yunani punya dua kata untuk miskin:
πένης (penēs)
→ orang miskin tapi masih bekerja
πτωχός (ptōchos)
→ orang yang benar-benar melarat total
➡️ Yesus sengaja memilih kata yang paling ekstrem.
3. Frasa Penentu: “di hadapan Allah” – τῷ πνεύματι (tō pneumati)
Ini yang mencegah salah tafsir.
A. Struktur gramatikal
τῷ → artikel datif
πνεύματι → roh / spirit
Bentuk datif of respect (datif keterangan)
Artinya:
“miskin dalam hal roh”
“miskin dalam dimensi rohani”
👉 Bukan miskin ekonomi, tetapi kesadaran rohani akan kebangkrutan diri.
4. Makna Teologis Gabungan
Jika disatukan:
“Berbahagialah mereka yang menyadari bahwa secara rohani mereka benar-benar tidak memiliki apa-apa di hadapan Allah.”
Ini mencakup:
Tidak mengandalkan moralitas
Tidak bersandar pada hukum Taurat
Tidak merasa layak oleh usaha sendiri
📖 Paralel teologis:
Roma 3:23 → semua telah berdosa
Yesaya 66:2 → Allah memandang yang rendah hati dan gentar akan firman-Nya
5. Kontras Implisit (Tersirat dalam Yunani)
Yesus sedang mengontraskan dua tipe manusia rohani:
Kaya rohani (implisit)
Miskin rohani (ptōchos)
Merasa cukup
Merasa kosong
Mengandalkan diri
Bergantung total
Sulit bertobat
Mudah berseru
Ditolak Kerajaan
Memiliki Kerajaan
➡️ Dalam logika Kerajaan Allah:
yang paling kosong justru paling siap diisi.
6. Janji: “Empunya Kerajaan Sorga” – ἐστίν (estin)
Kata kerja penting di akhir ayat.
ἐστίν = is (present tense)
Bukan future (akan), tapi sekarang
Makna:
Kerajaan Allah sudah dimiliki
Bukan sekadar harapan eskatologis
Realitas rohani saat ini
📌 Orang yang miskin rohani:
Hidup di bawah pemerintahan Allah
Mengalami anugerah, pengampunan, dan hadirat-Nya sekarang
7. Ringkasan Teologis (Preaching Statement)
Kemiskinan rohani bukan kelemahan,
melainkan pintu masuk Kerajaan Allah.
Selama seseorang merasa kaya secara rohani,
ia tidak membutuhkan Kristus.
Namun ketika ia mengaku miskin total,
Kristus menjadi satu-satunya kekayaannya.
8. Kalimat Penutup Kotbah (Siap Pakai)
“Allah tidak mencari orang yang penuh dengan kebenaran diri,
tetapi mereka yang datang dengan tangan kosong.
Sebab hanya tangan yang kosong
yang bisa dipenuhi Kerajaan Allah.”
Kalau mau, saya bisa:
Membuat versi catatan pengkhotbah (manuscript)
Menambahkan perbandingan dengan Lukas 6:20 (ptōchoi tanpa frasa pneumati)
Menyusun tabel analisis Yunani–Indonesia
Mengaitkan dengan doktrin anugerah & pembenaran oleh iman
Tinggal bilang mau arah yang mana 🙌
Komentar
Posting Komentar