Wanita menjamah

 ðŸ“– Belajar dari Wanita yang Menjamah Jubah Yesus

Kisah wanita yang menjamah jubah Yesus terdapat dalam:

Injil Markus 5:25–34

Injil Matius 9:20–22

Injil Lukas 8:43–48

Ia adalah seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama 12 tahun. Secara medis ia menderita, secara sosial ia dikucilkan, dan secara rohani ia dianggap najis menurut hukum Taurat. Namun perjumpaannya dengan Yesus mengubah hidupnya.

🌿 Pelajaran Rohani yang Bisa Kita Ambil

1️⃣ Iman yang Bertindak

Wanita itu berkata dalam hatinya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Imannya bukan hanya pikiran — tetapi tindakan.

🔎 Pelajaran:

Iman sejati tidak diam. Iman mendorong kita melangkah mendekat kepada Tuhan meskipun keadaan belum berubah.

Iman bukan menunggu kondisi sempurna, tetapi percaya di tengah keterbatasan.

2️⃣ Datang Walau Banyak Rintangan

Ia harus:

Menembus kerumunan

Melawan rasa malu

Mengabaikan stigma sosial

Menghadapi kemungkinan ditolak

🔎 Pelajaran:

Sering kali yang menghalangi kita bukan Tuhan, tetapi rasa takut, gengsi, atau kekecewaan masa lalu.

Fokusnya bukan pada kerumunan, tetapi pada Yesus.

3️⃣ Percaya pada Kuasa Tuhan, Bukan Situasi

Alkitab mencatat ia sudah menghabiskan banyak uang untuk tabib, namun tidak sembuh. Secara manusia, harapan hampir habis.

Namun ia percaya: Bukan pada dokter.

Bukan pada logika.

Tetapi pada Yesus.

🔎 Pelajaran:

Ketika semua pintu tertutup, iman membuka jalan kepada Tuhan.

4️⃣ Yesus Memperhatikan Pribadi, Bukan Hanya Kerumunan

Yesus berhenti dan bertanya, “Siapa yang menjamah Aku?”

Di tengah banyak orang, satu sentuhan iman membuat Yesus berhenti.

🔎 Pelajaran:

Tuhan tidak pernah mengabaikan sentuhan iman yang tulus.

Di tengah jutaan doa, Tuhan tetap melihat pribadi.

5️⃣ Tuhan Bukan Hanya Menyembuhkan, Tetapi Memulihkan Identitas

Yesus tidak hanya berkata, “Engkau sembuh.”

Tetapi berkata, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Kata “anak” menunjukkan pemulihan hubungan dan martabat.

🔎 Pelajaran:

Tuhan bukan hanya menyelesaikan masalah kita, tetapi mengangkat harga diri dan memulihkan hati.

💡 Refleksi untuk Kita

Apakah kita masih berani menjamah Yesus dengan iman?

Apakah kita berhenti karena kerumunan masalah?

Apakah kita sudah menyerah karena terlalu lama menunggu?

Wanita ini tidak berkhotbah.

Tidak melayani di mimbar.

Tidak dikenal orang banyak.

Tetapi imannya dicatat dalam Alkitab.

✨ Kesimpulan Singkat

Wanita yang menjamah jubah Yesus mengajarkan kita bahwa:

Iman yang sederhana tetapi berani mendekat kepada Tuhan akan menghasilkan pemulihan yang luar biasa.

Jika hari ini kita merasa:

Lelah

Terluka

Dikucilkan

Tidak dianggap

Datanglah.

Jamah Dia dengan iman.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersyukur dalam segala hal

Takut akan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari

Hidup yang Berkenan di Hadapan Tuhan