Postingan

Dimuridkan 2

 Berikut bahan khotbah lengkap dengan tema “Dimuridkan: Dari Percaya sampai Berbuah”, disusun sistematis dan dilengkapi ayat-ayat Alkitab, siap dipakai di mimbar. TEMA KHOTBAH Dimuridkan: Dari Percaya sampai Berbuah AYAT DASAR Matius 28:19–20 (TB) “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” PENDAHULUAN Banyak orang percaya kepada Kristus, tetapi tidak semua hidup sebagai murid Kristus. Yesus tidak hanya memanggil orang untuk percaya, tetapi untuk mengikut, belajar, dan taat. Inilah inti pemuridan: dimuridkan untuk menjadi serupa dengan Kristus dan memuridkan orang lain. I. APA ITU DIMURIDKAN Dimuridkan adalah proses membentuk seseorang menjadi murid Kristus yang dewasa secara rohani dan hidup sesuai kehendak Tuhan. Ayat Pendukung Lukas 9:23 “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap har...

Dimuridkan

 Berikut penjelasan apa, bagaimana, dan efek dari dimuridkan dalam konteks iman Kristen, disusun ringkas namun mendalam: 1. Apa itu dimuridkan Dimuridkan adalah proses ketika seseorang dengan sengaja dibimbing untuk menjadi murid Kristus yang dewasa, bukan hanya tahu tentang Tuhan, tetapi hidup serupa dengan Kristus. Pemuridan menyentuh pikiran, hati, karakter, dan tindakan, sehingga iman tidak berhenti pada pengetahuan, melainkan ketaatan. Intinya: Dari percaya → bertumbuh → berbuah → memuridkan orang lain. 2. Bagaimana proses dimuridkan Pemuridan terjadi melalui relasi yang disengaja dan berkelanjutan, antara lain: Pengajaran Firman Tuhan Membaca, mempelajari, dan menerapkan Alkitab dalam kehidupan nyata. Teladan hidup Murid belajar bukan hanya dari kata-kata, tetapi dari hidup yang dicontohkan. Pendampingan dan koreksi Ada ruang untuk ditegur, diarahkan, dan dipulihkan dengan kasih. Doa dan persekutuan Hubungan dengan Tuhan dan sesama dipelihara secara konsisten. Pelibatan dalam...

Doa Orang Tua

  TEMA KHOTBAH “Doa Orang Tua: Warisan Iman yang Menjaga Anak Sepanjang Hidup” AYAT KUNCI Ayub 1:5 (TB) “Setiap kali hari-hari pesta itu berakhir, Ayub memanggil dan menguduskan mereka, lalu bangun pagi-pagi dan mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka semua, sebab pikirnya: ‘Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.’ Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.” PENDAHULUAN Anak-anak adalah titipan Tuhan, bukan milik kita sepenuhnya. Orang tua bisa memberikan pendidikan, kasih, dan perlindungan, tetapi ada satu hal yang hanya bisa dilakukan dengan kuasa Allah, yaitu menjaga hati dan masa depan anak-anak. Di sinilah doa orang tua menjadi senjata rohani yang sangat kuat. I. DOA ORANG TUA MEMILIKI KUASA ROHANI 📖 Yakobus 5:16b “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Doa orang tua: Menembus batas ruang dan waktu Menjaga anak ketika orang tua tidak bisa mengawasi Menjadi pagar rohani di tengah dunia yang pe...

BERKATNYA SELALU BARU

 Berkat-Nya Selalu Baru Setiap Hari” — singkat, sederhana, dan cocok untuk saat teduh pribadi atau dibagikan: Hari 1 – Berkat Pagi Ini Ayat: “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi.” (Ratapan 3:22–23) Renungan: Setiap pagi adalah bukti bahwa Tuhan belum selesai dengan hidup kita. Nafas hari ini adalah berkat yang baru, bukan sisa dari kemarin. Hari 2 – Cukup untuk Hari Ini Ayat: “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.” (Matius 6:11) Renungan: Tuhan tidak selalu memberi berlebihan, tetapi selalu memberi cukup. Berkat hari ini tepat untuk kekuatan hari ini. Hari 3 – Kekuatan yang Diperbarui Ayat: “Orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru.” (Yesaya 40:31) Renungan: Saat kita lelah, Tuhan tidak menyuruh kita menyerah, tetapi menunggu Dia. Di sana, kekuatan baru dicurahkan. Hari 4 – Anugerah untuk Setiap Langkah Ayat: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu.” (2 Korintus 12:9) Renungan: Kita mungkin m...

TUHAN MENUNTUNKU

  TUHAN MENUNTUNKU Hari 1 – Tuhan Menuntunku dengan Kasih Ayat: “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” (Mazmur 23:1) Renungan: Tuhan menuntun hidup kita bukan dengan paksaan, melainkan dengan kasih. Seperti gembala yang setia menjaga dombanya, Tuhan mengetahui apa yang kita perlukan. Ketika kita merasa kurang atau lemah, kasih Tuhan tetap mencukupi dan menuntun langkah kita hari demi hari. Hari 2 – Tuhan Menuntunku di Jalan yang Benar Ayat: “Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.” (Mazmur 23:3b) Renungan: Tidak semua jalan yang terlihat mudah adalah jalan yang benar. Tuhan menuntun kita pada jalan yang sesuai dengan kehendak-Nya, meski terkadang terasa sempit. Jalan Tuhan selalu membawa kita pada kebaikan dan kehidupan yang berkenan kepada-Nya. Hari 3 – Tuhan Menuntunku Saat Aku Bingung Ayat: “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:6) Renungan: Saat pikiran penuh kebingungan dan hati ragu melangkah, Tuhan mengajak ki...

Umban Daud

 Mengapa Tuhan memberi Daud senjata umban untuk mengalahkan Goliath? Kisah ini dicatat dalam 1 Samuel 17. Tuhan memakai umban—senjata sederhana—bukan pedang atau tombak, untuk menyampaikan beberapa kebenaran rohani yang dalam: 1. Agar kemuliaan hanya bagi Tuhan Jika Daud menang dengan perlengkapan perang lengkap, orang bisa mengira itu hasil kekuatan manusia. Dengan umban, jelas bahwa kemenangan berasal dari Tuhan, bukan dari keunggulan senjata. 2. Tuhan memakai apa yang sudah Daud kuasai Daud adalah gembala yang terbiasa melindungi domba dari singa dan beruang dengan umban. Tuhan sering memakai kemampuan yang telah Ia tanamkan dalam diri seseorang, lalu memberkatinya. 3. Iman lebih penting daripada ukuran dan kekuatan Goliath besar dan menakutkan, tetapi Daud datang dengan iman: “Perang ini adalah kepunyaan Tuhan.” (1 Samuel 17:47) Umban menjadi lambang iman yang diarahkan dengan tepat. 4. Tuhan membalikkan logika manusia Manusia mengandalkan apa yang tampak kuat; Tuhan sering mem...

Daud mengalahkan Goliath

 1 Samuel 17:45 (TB)  Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.  Goliath dengan senjata Duniawi tombak dan lembing. Goliath ibaratkan masalah besar yang hadir dalam kehidupan kita (ekonomi, kesehatan, sosial dll) Daud mengandalkan Tuhan, dan Tuhan memberikan senjatanya yang tepat untuk membunuh Goliath (umban). Dalam menyelesaikan masalah, jika kita mengandalkan Tuhan (bukan mengandalkan diri sendiri, uang, kepintaran dll yang duniawi) Tuhan akan memberikan senjatamya yang tepat.