Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Persatuan Jemaat

“Persatuan Jemaat yang Berakar di dalam Kristus” 📖 Kolose 3:13–16 🎯 TUJUAN KOTBAH Jemaat memahami bahwa persatuan sejati bukan lahir dari kesamaan latar belakang, melainkan dari hidup baru di dalam Kristus yang dinyatakan melalui pengampunan, kasih, damai sejahtera, dan Firman Tuhan. 📖 PEMBACAAN FIRMAN Kolose 3:13–16 (TB) I. LATAR BELAKANG SINGKAT Jemaat Kolose hidup dalam keragaman budaya, sosial, dan rohani. Perbedaan ini berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan. Karena itu Paulus tidak hanya mengajarkan doktrin, tetapi cara hidup bersama sebagai satu tubuh di dalam Kristus. II. POKOK-P0KOK KOTBAH 1️⃣ Persatuan Dimulai dari Hati yang Mau Mengampuni 📖 “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain…” (ay. 13) Penjelasan: Perbedaan pasti ada dalam jemaat Luka dan kesalahan tidak terhindarkan Tanpa pengampunan, persatuan hanya slogan Kunci: ➡ Kristus adalah standar pengampunan, bukan perasaan kita. Aplikasi: Jangan simpan kepahitan dalam pelayana...

Komunitas

  Judul Kotbah “Komunitas: Tempat Iman Bertumbuh dan Kasih Dibagikan” Pendahuluan Allah tidak pernah merancang manusia untuk berjalan sendiri. Sejak awal, Tuhan menciptakan manusia untuk hidup dalam relasi dan persekutuan. Iman Kristen bukan iman yang individualistis, melainkan iman yang hidup, bertumbuh, dan dikuatkan dalam komunitas. Karena itu, komunitas sel bukan sekadar program gereja, tetapi alat Tuhan untuk membangun iman dan mempraktikkan kasih. I. Kita Membutuhkan Komunitas untuk Membangun Iman A. Iman bertumbuh melalui kebersamaan “Dan mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.” (Kisah Para Rasul 2:42) Iman tidak cukup hanya didengar dari mimbar, tetapi perlu dibagikan, didiskusikan, dan dihidupi bersama. Dalam komunitas sel, kita saling menguatkan saat iman lemah dan saling meneguhkan saat menghadapi pergumulan. B. Komunitas menolong kita tetap setia “Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan b...

Pelaku Firman

 Berikut 7 renungan harian pendek dengan tema “Pelaku Firman” yang ringkas, aplikatif, dan cocok untuk renungan pribadi maupun dibagikan kepada jemaat: Hari 1 – Firman yang Dihidupi Ayat: Yakobus 1:22 “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja.” Renungan: Firman Tuhan tidak diberikan hanya untuk didengar, tetapi untuk dilakukan. Mendengar tanpa melakukan membuat iman menjadi kosong. Ketika firman diwujudkan dalam tindakan, iman menjadi nyata dan hidup. Aplikasi: Apa satu firman yang hari ini bisa langsung saya lakukan? Hari 2 – Iman yang Terlihat Ayat: Yakobus 2:17 “Iman, jika tidak disertai perbuatan, adalah mati.” Renungan: Iman sejati selalu menghasilkan perbuatan. Bukan untuk pamer, tetapi sebagai bukti bahwa Kristus hidup di dalam kita. Dunia melihat iman kita melalui tindakan sehari-hari. Aplikasi: Tunjukkan iman melalui perbuatan kasih hari ini. Hari 3 – Taat Meski Tidak Mudah Ayat: Lukas 11:28 “Berbahagialah mereka yang mendengarkan firman A...

Berbuah setelah bertumbuh

  Tema: Setelah Bertumbuh, Kita Harus Berbuah Pendahuluan Dalam kehidupan rohani, Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk bertumbuh, tetapi juga untuk berbuah. Banyak orang senang berbicara tentang pertumbuhan iman: rajin ibadah, ikut pelayanan, menambah pengetahuan firman. Namun pertanyaannya adalah: apakah pertumbuhan itu menghasilkan buah? Yesus dengan tegas mengajar bahwa hidup yang melekat kepada-Nya pasti menghasilkan buah yang nyata. I. Tuhan Menghendaki Pertumbuhan yang Menghasilkan Buah 📖 Yohanes 15:5 (TB) “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak…” Pertumbuhan rohani sejati selalu berakar pada hubungan dengan Kristus. Tanpa tinggal di dalam Dia, pertumbuhan kita akan menjadi kering dan mandek. Tetapi ketika kita melekat pada Kristus, buah adalah hasil yang tidak terelakkan. 👉 Penekanan: Tinggal di dalam Kristus → Bertumbuh Bertumbuh di dalam Kristus → Berbuah II. Pertumbuhan Tanpa Buah Ti...

BERTUMBUH

“Bertumbuh Sampai Akhir” 📖 2 Petrus 3:18 “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” Pendahuluan Banyak orang Kristen memulai dengan baik, tetapi tidak semua mengakhiri dengan setia. Ada yang berhenti bertumbuh, puas secara rohani, atau bahkan mundur dalam iman. Ayat ini adalah penutup surat Petrus, artinya: 👉 ini pesan terakhir yang sangat penting 👉 ringkasan hidup Kristen 👉 panggilan sampai akhir hidup I. “Tetapi Bertumbuhlah” — Iman Tidak Boleh Stagnan Penjelasan Kata “bertumbuh” adalah perintah aktif dan berkelanjutan Artinya: jangan berhenti, jangan puas, jangan diam Lawan dari bertumbuh bukan jatuh, tetapi mandek 👉 Orang Kristen yang tidak bertumbuh, perlahan akan melemah Aplikasi Sudah berapa lama kita percaya, tapi apakah kita masih bertumbuh? Apakah doa, firman, dan karakter kita makin serupa Kristus? Jangan ukur iman dari usia rohani, tapi dari perub...

LONG LIFE LEANER

  Long life learner  (pembelajar seumur hidup) adalah  konsep seseorang yang secara sukarela dan berkelanjutan terus belajar di luar pendidikan formal untuk pengembangan pribadi, peningkatan karier, atau kepuasan pribadi, tidak terbatas usia, dan bisa melalui cara formal maupun informal seperti membaca, kursus online, atau diskusi untuk terus relevan dan tumbuh . Ini adalah pola pikir untuk selalu ingin tahu dan tidak pernah puas dengan pengetahuan saat ini, menjadikan belajar sebagai perjalanan sepanjang hayat. .   Ciri-ciri seorang long life learner: Rasa ingin tahu tinggi:  Selalu ingin tahu dan terbuka terhadap pengalaman baru. Pembelajar mandiri:  Mampu mencari dan menggunakan sumber belajar sendiri (buku, video, aplikasi). Motivasi diri kuat:  Belajar didorong oleh motivasi internal, bukan hanya tuntutan eksternal. Fleksibel:  Mampu mengubah cara pandang dan tidak takut keluar dari zona nyaman. Adaptif:  Terus memperbarui pengetahuan ag...

MURID SEPANJANG HIDUP

TEMA: LONG LIFE LEARNER (Hidup sebagai Murid Tuhan Seumur Hidup) Ayat Kunci “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Mazmur 90:12 Pendahuluan Dalam dunia modern, belajar sering dianggap hanya milik anak sekolah atau mahasiswa. Setelah lulus, banyak orang merasa tidak perlu lagi belajar. Namun Alkitab mengajarkan bahwa orang percaya dipanggil untuk terus bertumbuh, bukan hanya secara usia, tetapi juga secara rohani, hikmat, dan karakter. Orang Kristen sejati adalah “Long Life Learner” — pembelajar seumur hidup di hadapan Tuhan. 1. Tuhan Rindu Kita Terus Bertumbuh, Bukan Stagnan “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” 2 Petrus 3:18 Bertumbuh berarti ada proses belajar Jika tidak belajar, kita akan berhenti bertumbuh Stagnasi rohani sering terjadi bukan karena dosa besar, tetapi karena berhenti belajar ➡ Orang yang berhenti belajar, berhenti bertumbuh. 2. Yesus Sendi...

Dimuridkan 2

 Berikut bahan khotbah lengkap dengan tema “Dimuridkan: Dari Percaya sampai Berbuah”, disusun sistematis dan dilengkapi ayat-ayat Alkitab, siap dipakai di mimbar. TEMA KHOTBAH Dimuridkan: Dari Percaya sampai Berbuah AYAT DASAR Matius 28:19–20 (TB) “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” PENDAHULUAN Banyak orang percaya kepada Kristus, tetapi tidak semua hidup sebagai murid Kristus. Yesus tidak hanya memanggil orang untuk percaya, tetapi untuk mengikut, belajar, dan taat. Inilah inti pemuridan: dimuridkan untuk menjadi serupa dengan Kristus dan memuridkan orang lain. I. APA ITU DIMURIDKAN Dimuridkan adalah proses membentuk seseorang menjadi murid Kristus yang dewasa secara rohani dan hidup sesuai kehendak Tuhan. Ayat Pendukung Lukas 9:23 “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap har...

Dimuridkan

 Berikut penjelasan apa, bagaimana, dan efek dari dimuridkan dalam konteks iman Kristen, disusun ringkas namun mendalam: 1. Apa itu dimuridkan Dimuridkan adalah proses ketika seseorang dengan sengaja dibimbing untuk menjadi murid Kristus yang dewasa, bukan hanya tahu tentang Tuhan, tetapi hidup serupa dengan Kristus. Pemuridan menyentuh pikiran, hati, karakter, dan tindakan, sehingga iman tidak berhenti pada pengetahuan, melainkan ketaatan. Intinya: Dari percaya → bertumbuh → berbuah → memuridkan orang lain. 2. Bagaimana proses dimuridkan Pemuridan terjadi melalui relasi yang disengaja dan berkelanjutan, antara lain: Pengajaran Firman Tuhan Membaca, mempelajari, dan menerapkan Alkitab dalam kehidupan nyata. Teladan hidup Murid belajar bukan hanya dari kata-kata, tetapi dari hidup yang dicontohkan. Pendampingan dan koreksi Ada ruang untuk ditegur, diarahkan, dan dipulihkan dengan kasih. Doa dan persekutuan Hubungan dengan Tuhan dan sesama dipelihara secara konsisten. Pelibatan dalam...

Doa Orang Tua

  TEMA KHOTBAH “Doa Orang Tua: Warisan Iman yang Menjaga Anak Sepanjang Hidup” AYAT KUNCI Ayub 1:5 (TB) “Setiap kali hari-hari pesta itu berakhir, Ayub memanggil dan menguduskan mereka, lalu bangun pagi-pagi dan mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka semua, sebab pikirnya: ‘Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.’ Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.” PENDAHULUAN Anak-anak adalah titipan Tuhan, bukan milik kita sepenuhnya. Orang tua bisa memberikan pendidikan, kasih, dan perlindungan, tetapi ada satu hal yang hanya bisa dilakukan dengan kuasa Allah, yaitu menjaga hati dan masa depan anak-anak. Di sinilah doa orang tua menjadi senjata rohani yang sangat kuat. I. DOA ORANG TUA MEMILIKI KUASA ROHANI 📖 Yakobus 5:16b “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Doa orang tua: Menembus batas ruang dan waktu Menjaga anak ketika orang tua tidak bisa mengawasi Menjadi pagar rohani di tengah dunia yang pe...

BERKATNYA SELALU BARU

 Berkat-Nya Selalu Baru Setiap Hari” — singkat, sederhana, dan cocok untuk saat teduh pribadi atau dibagikan: Hari 1 – Berkat Pagi Ini Ayat: “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi.” (Ratapan 3:22–23) Renungan: Setiap pagi adalah bukti bahwa Tuhan belum selesai dengan hidup kita. Nafas hari ini adalah berkat yang baru, bukan sisa dari kemarin. Hari 2 – Cukup untuk Hari Ini Ayat: “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.” (Matius 6:11) Renungan: Tuhan tidak selalu memberi berlebihan, tetapi selalu memberi cukup. Berkat hari ini tepat untuk kekuatan hari ini. Hari 3 – Kekuatan yang Diperbarui Ayat: “Orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru.” (Yesaya 40:31) Renungan: Saat kita lelah, Tuhan tidak menyuruh kita menyerah, tetapi menunggu Dia. Di sana, kekuatan baru dicurahkan. Hari 4 – Anugerah untuk Setiap Langkah Ayat: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu.” (2 Korintus 12:9) Renungan: Kita mungkin m...

TUHAN MENUNTUNKU

  TUHAN MENUNTUNKU Hari 1 – Tuhan Menuntunku dengan Kasih Ayat: “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” (Mazmur 23:1) Renungan: Tuhan menuntun hidup kita bukan dengan paksaan, melainkan dengan kasih. Seperti gembala yang setia menjaga dombanya, Tuhan mengetahui apa yang kita perlukan. Ketika kita merasa kurang atau lemah, kasih Tuhan tetap mencukupi dan menuntun langkah kita hari demi hari. Hari 2 – Tuhan Menuntunku di Jalan yang Benar Ayat: “Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.” (Mazmur 23:3b) Renungan: Tidak semua jalan yang terlihat mudah adalah jalan yang benar. Tuhan menuntun kita pada jalan yang sesuai dengan kehendak-Nya, meski terkadang terasa sempit. Jalan Tuhan selalu membawa kita pada kebaikan dan kehidupan yang berkenan kepada-Nya. Hari 3 – Tuhan Menuntunku Saat Aku Bingung Ayat: “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:6) Renungan: Saat pikiran penuh kebingungan dan hati ragu melangkah, Tuhan mengajak ki...

Umban Daud

 Mengapa Tuhan memberi Daud senjata umban untuk mengalahkan Goliath? Kisah ini dicatat dalam 1 Samuel 17. Tuhan memakai umban—senjata sederhana—bukan pedang atau tombak, untuk menyampaikan beberapa kebenaran rohani yang dalam: 1. Agar kemuliaan hanya bagi Tuhan Jika Daud menang dengan perlengkapan perang lengkap, orang bisa mengira itu hasil kekuatan manusia. Dengan umban, jelas bahwa kemenangan berasal dari Tuhan, bukan dari keunggulan senjata. 2. Tuhan memakai apa yang sudah Daud kuasai Daud adalah gembala yang terbiasa melindungi domba dari singa dan beruang dengan umban. Tuhan sering memakai kemampuan yang telah Ia tanamkan dalam diri seseorang, lalu memberkatinya. 3. Iman lebih penting daripada ukuran dan kekuatan Goliath besar dan menakutkan, tetapi Daud datang dengan iman: “Perang ini adalah kepunyaan Tuhan.” (1 Samuel 17:47) Umban menjadi lambang iman yang diarahkan dengan tepat. 4. Tuhan membalikkan logika manusia Manusia mengandalkan apa yang tampak kuat; Tuhan sering mem...

Daud mengalahkan Goliath

 1 Samuel 17:45 (TB)  Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.  Goliath dengan senjata Duniawi tombak dan lembing. Goliath ibaratkan masalah besar yang hadir dalam kehidupan kita (ekonomi, kesehatan, sosial dll) Daud mengandalkan Tuhan, dan Tuhan memberikan senjatanya yang tepat untuk membunuh Goliath (umban). Dalam menyelesaikan masalah, jika kita mengandalkan Tuhan (bukan mengandalkan diri sendiri, uang, kepintaran dll yang duniawi) Tuhan akan memberikan senjatamya yang tepat.