Postingan

Kita Butuh Tuhan

Kita Butuh Tuhan Ayat Utama: “Tanpa Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5) 1 Samuel 17:45 (TB)  Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. " Pendahuluan Sering kali dalam kehidupan, ketika segala sesuatu berjalan baik, kita merasa mampu menjalani hidup dengan kekuatan sendiri. Keberhasilan, pengalaman, dan kemampuan membuat kita lupa bahwa semua itu sesungguhnya berasal dari Tuhan. Namun saat masalah, kelemahan, atau kegagalan datang, barulah kita sadar: kita sungguh-sungguh butuh Tuhan. Isi Renungan Yesus dengan tegas berkata bahwa tanpa Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa. Ini bukan sekadar kata-kata rohani, tetapi sebuah kebenaran hidup. Manusia memiliki keterbatasan—secara fisik, pikiran, maupun rohani. Kita bisa merencanakan, bekerja, dan berusaha, tetapi hasil akhir tetap berada dal...

PERCAYA KEPADA TUHAN

Bagaimana Kita Percaya kepada Tuhan AYAT KUNCI Amsal 3:5–6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” PENDAHULUAN Percaya kepada Tuhan bukan sekadar pengakuan lisan, tetapi sikap hati dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang berkata percaya, namun ketika masalah datang, mereka panik, ragu, dan mengandalkan kekuatan sendiri. Alkitab memberikan banyak contoh bagaimana iman sejati itu dinyatakan. I. Percaya kepada Tuhan dengan TAAT , walau tidak mengerti Contoh: Abraham taat meninggalkan negerinya 📖 Kejadian 12:1–4 Abraham dipanggil Tuhan untuk pergi ke negeri yang tidak ia kenal. Tuhan tidak menjelaskan secara detail masa depan yang akan ia hadapi, namun Abraham taat karena percaya. Pelajaran: Percaya kepada Tuhan berarti melangkah dalam ketaatan, bukan menunggu semua jelas. Iman sejati sering dimulai saat kita tidak melihat jalan, tetapi tetap...

Respon simon Petrus

 “Respon Hati yang Rindu Bertemu Yesus: Bersyukur kepada Pribadi, Bukan Sekadar Berkat”** Ayat Utama: > “Maka ketika Simon Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, ia mengenakan pakaian nelayannya… lalu terjun ke dalam laut.” (Yohanes 21:7) --- Pendahuluan Sering kali setelah menerima berkat, manusia berhenti pada hasil: keberhasilan, pemulihan, atau kecukupan. Namun Simon Petrus memberi teladan berbeda. Setelah malam yang penuh kegagalan dan kemudian jala penuh ikan, fokus Petrus bukan ikan, melainkan Yesus. Responnya spontan: terjun ke danau untuk bertemu Tuhan. --- I. Petrus Mengenali Pribadi, Bukan Sekadar Peristiwa Ayat Pendukung: > “Itu Tuhan!” (Yohanes 21:7a) Penjelasan: Mukjizat ikan banyak hanyalah tanda. Petrus tidak terpaku pada mukjizat, tetapi mengenali Pribadi di balik mukjizat. Iman yang dewasa mampu berkata: “Tuhanlah sumbernya.” Aplikasi: Apakah kita lebih kagum pada berkat, atau pada Tuhan yang memberi berkat? --- II. Respon Petrus: Bergegas Mendekat kepada ...
  Berikut 7 renungan harian pendek dengan tema “Hanya Tuhan Yesus Harapanku” , disusun singkat, alkitabiah, dan aplikatif 🙏 Hari 1 – Harapan yang Teguh Ayat: “ 1 Timotius 1:1-2 (TB)  Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita, kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.  Renungan: Dunia menawarkan banyak sandaran, tetapi semuanya dapat goyah. Yesus adalah satu-satunya harapan yang tidak pernah mengecewakan. Di dalam Dia, hidup kita berdiri di atas dasar yang teguh. Percayakan hari ini sepenuhnya kepada Yesus, bukan pada kekuatan atau rencana sendiri. Hari 2 – Saat Harapan Manusia Berakhir Ayat: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia.” (Yeremia 17:5) Renungan: Ketika manusia gagal menolong, Tuhan tidak pernah terlambat. Keterbatasan manusia sering menjadi pintu bagi kua...

Malaikat

Gambar
 

Shalom

Sejahtera (Ibrani: shalom) adalah kondisi di mana seseorang hidup dalam kepenuhan, keutuhan, dan harmoni dengan: 1. Allah 2. Dirinya sendiri 3. Sesama manusia 4. Lingkungan atau situasi yang ia jalani Shalom bukan hanya “tidak ada konflik,” tetapi suatu keadaan di mana segala sesuatu berada pada tempat yang Allah kehendaki. --- Makna-makna Mendalam dari Sejahtera (Shalom) 1. Keutuhan (Wholeness) Shalom berarti hidup yang utuh, tidak terpecah secara batin, emosional, atau rohani. Ini mencakup hati yang tidak goyah meskipun keadaan sekitar berubah. > “Damai sejahtera Allah… akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” — Filipi 4:7 --- 2. Kelimpahan (Fullness) Shalom memberi gambaran tentang hidup yang penuh, bukan kekosongan, kekurangan, atau kehilangan arah. Ini berbicara tentang hidup yang dijalani sesuai rancangan Allah. > “Akulah datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” — Yohanes 10:10 --- 3. Keharmonisan (Harmony) Sejahtera ...

FOKUS KEPADA TUHAN APLIKASI

FOKUS KEPADA TUHAN DALAM PEKERJAAN SEHARI-HARI 1. Memulai Hari dengan Menyerahkan Pekerjaan kepada Tuhan Sebelum bekerja, luangkan 2–5 menit untuk doa singkat: “ Tuhan, pakailah pikiran dan tanganku hari ini. Beri hikmat, kesabaran, dan hati yang takut akan Engkau.” Amsal 16:3 — “Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.” ➡ Ketika pekerjaan dimulai dengan penyerahan, hati lebih tenang dan pikiran lebih tertata. 2. Bekerja dengan Integritas Fokus pada Tuhan terlihat dari cara kita menjaga kejujuran dalam hal kecil maupun besar. Kolose 3:23 — “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” ➡ Tidak curang, tidak mengambil kesempatan, tidak bekerja asal-asalan, tetapi memberi yang terbaik. 3. Menjaga Sikap Hati di Tengah Tekanan Kerja Tekanan, kemarahan, atau kelelahan sering mengalihkan fokus dari Tuhan. Belajarlah berkata dalam hati: “Tuhan, pimpin pikiranku. Beri aku damai-M...