Postingan

Berbuah setelah bertumbuh

  Tema: Setelah Bertumbuh, Kita Harus Berbuah Pendahuluan Dalam kehidupan rohani, Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk bertumbuh, tetapi juga untuk berbuah. Banyak orang senang berbicara tentang pertumbuhan iman: rajin ibadah, ikut pelayanan, menambah pengetahuan firman. Namun pertanyaannya adalah: apakah pertumbuhan itu menghasilkan buah? Yesus dengan tegas mengajar bahwa hidup yang melekat kepada-Nya pasti menghasilkan buah yang nyata. I. Tuhan Menghendaki Pertumbuhan yang Menghasilkan Buah 📖 Yohanes 15:5 (TB) “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak…” Pertumbuhan rohani sejati selalu berakar pada hubungan dengan Kristus. Tanpa tinggal di dalam Dia, pertumbuhan kita akan menjadi kering dan mandek. Tetapi ketika kita melekat pada Kristus, buah adalah hasil yang tidak terelakkan. 👉 Penekanan: Tinggal di dalam Kristus → Bertumbuh Bertumbuh di dalam Kristus → Berbuah II. Pertumbuhan Tanpa Buah Ti...

BERTUMBUH

“Bertumbuh Sampai Akhir” 📖 2 Petrus 3:18 “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” Pendahuluan Banyak orang Kristen memulai dengan baik, tetapi tidak semua mengakhiri dengan setia. Ada yang berhenti bertumbuh, puas secara rohani, atau bahkan mundur dalam iman. Ayat ini adalah penutup surat Petrus, artinya: 👉 ini pesan terakhir yang sangat penting 👉 ringkasan hidup Kristen 👉 panggilan sampai akhir hidup I. “Tetapi Bertumbuhlah” — Iman Tidak Boleh Stagnan Penjelasan Kata “bertumbuh” adalah perintah aktif dan berkelanjutan Artinya: jangan berhenti, jangan puas, jangan diam Lawan dari bertumbuh bukan jatuh, tetapi mandek 👉 Orang Kristen yang tidak bertumbuh, perlahan akan melemah Aplikasi Sudah berapa lama kita percaya, tapi apakah kita masih bertumbuh? Apakah doa, firman, dan karakter kita makin serupa Kristus? Jangan ukur iman dari usia rohani, tapi dari perub...

LONG LIFE LEANER

  Long life learner  (pembelajar seumur hidup) adalah  konsep seseorang yang secara sukarela dan berkelanjutan terus belajar di luar pendidikan formal untuk pengembangan pribadi, peningkatan karier, atau kepuasan pribadi, tidak terbatas usia, dan bisa melalui cara formal maupun informal seperti membaca, kursus online, atau diskusi untuk terus relevan dan tumbuh . Ini adalah pola pikir untuk selalu ingin tahu dan tidak pernah puas dengan pengetahuan saat ini, menjadikan belajar sebagai perjalanan sepanjang hayat. .   Ciri-ciri seorang long life learner: Rasa ingin tahu tinggi:  Selalu ingin tahu dan terbuka terhadap pengalaman baru. Pembelajar mandiri:  Mampu mencari dan menggunakan sumber belajar sendiri (buku, video, aplikasi). Motivasi diri kuat:  Belajar didorong oleh motivasi internal, bukan hanya tuntutan eksternal. Fleksibel:  Mampu mengubah cara pandang dan tidak takut keluar dari zona nyaman. Adaptif:  Terus memperbarui pengetahuan ag...

MURID SEPANJANG HIDUP

TEMA: LONG LIFE LEARNER (Hidup sebagai Murid Tuhan Seumur Hidup) Ayat Kunci “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Mazmur 90:12 Pendahuluan Dalam dunia modern, belajar sering dianggap hanya milik anak sekolah atau mahasiswa. Setelah lulus, banyak orang merasa tidak perlu lagi belajar. Namun Alkitab mengajarkan bahwa orang percaya dipanggil untuk terus bertumbuh, bukan hanya secara usia, tetapi juga secara rohani, hikmat, dan karakter. Orang Kristen sejati adalah “Long Life Learner” — pembelajar seumur hidup di hadapan Tuhan. 1. Tuhan Rindu Kita Terus Bertumbuh, Bukan Stagnan “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” 2 Petrus 3:18 Bertumbuh berarti ada proses belajar Jika tidak belajar, kita akan berhenti bertumbuh Stagnasi rohani sering terjadi bukan karena dosa besar, tetapi karena berhenti belajar ➡ Orang yang berhenti belajar, berhenti bertumbuh. 2. Yesus Sendi...

Dimuridkan 2

 Berikut bahan khotbah lengkap dengan tema “Dimuridkan: Dari Percaya sampai Berbuah”, disusun sistematis dan dilengkapi ayat-ayat Alkitab, siap dipakai di mimbar. TEMA KHOTBAH Dimuridkan: Dari Percaya sampai Berbuah AYAT DASAR Matius 28:19–20 (TB) “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” PENDAHULUAN Banyak orang percaya kepada Kristus, tetapi tidak semua hidup sebagai murid Kristus. Yesus tidak hanya memanggil orang untuk percaya, tetapi untuk mengikut, belajar, dan taat. Inilah inti pemuridan: dimuridkan untuk menjadi serupa dengan Kristus dan memuridkan orang lain. I. APA ITU DIMURIDKAN Dimuridkan adalah proses membentuk seseorang menjadi murid Kristus yang dewasa secara rohani dan hidup sesuai kehendak Tuhan. Ayat Pendukung Lukas 9:23 “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap har...

Dimuridkan

 Berikut penjelasan apa, bagaimana, dan efek dari dimuridkan dalam konteks iman Kristen, disusun ringkas namun mendalam: 1. Apa itu dimuridkan Dimuridkan adalah proses ketika seseorang dengan sengaja dibimbing untuk menjadi murid Kristus yang dewasa, bukan hanya tahu tentang Tuhan, tetapi hidup serupa dengan Kristus. Pemuridan menyentuh pikiran, hati, karakter, dan tindakan, sehingga iman tidak berhenti pada pengetahuan, melainkan ketaatan. Intinya: Dari percaya → bertumbuh → berbuah → memuridkan orang lain. 2. Bagaimana proses dimuridkan Pemuridan terjadi melalui relasi yang disengaja dan berkelanjutan, antara lain: Pengajaran Firman Tuhan Membaca, mempelajari, dan menerapkan Alkitab dalam kehidupan nyata. Teladan hidup Murid belajar bukan hanya dari kata-kata, tetapi dari hidup yang dicontohkan. Pendampingan dan koreksi Ada ruang untuk ditegur, diarahkan, dan dipulihkan dengan kasih. Doa dan persekutuan Hubungan dengan Tuhan dan sesama dipelihara secara konsisten. Pelibatan dalam...

Doa Orang Tua

  TEMA KHOTBAH “Doa Orang Tua: Warisan Iman yang Menjaga Anak Sepanjang Hidup” AYAT KUNCI Ayub 1:5 (TB) “Setiap kali hari-hari pesta itu berakhir, Ayub memanggil dan menguduskan mereka, lalu bangun pagi-pagi dan mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka semua, sebab pikirnya: ‘Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.’ Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.” PENDAHULUAN Anak-anak adalah titipan Tuhan, bukan milik kita sepenuhnya. Orang tua bisa memberikan pendidikan, kasih, dan perlindungan, tetapi ada satu hal yang hanya bisa dilakukan dengan kuasa Allah, yaitu menjaga hati dan masa depan anak-anak. Di sinilah doa orang tua menjadi senjata rohani yang sangat kuat. I. DOA ORANG TUA MEMILIKI KUASA ROHANI 📖 Yakobus 5:16b “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Doa orang tua: Menembus batas ruang dan waktu Menjaga anak ketika orang tua tidak bisa mengawasi Menjadi pagar rohani di tengah dunia yang pe...