Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Meminta=percaya

Tema: Berani Meminta Tuhan Berarti Percaya kepada Tuhan Pendahuluan Banyak orang ragu berdoa dan meminta sesuatu kepada Tuhan. Mereka merasa tidak layak, takut ditolak, atau berpikir Tuhan tidak akan mendengar. Padahal, Alkitab mengajarkan bahwa keberanian untuk meminta adalah tanda iman —tanda bahwa kita percaya kepada karakter Tuhan yang baik, setia dan sanggup menjawab doa. 1. MEMINTA MENUNJUKKAN HUBUNGAN KITA DENGAN BAPA Ayat: Matius 7:7–8 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu… Karena setiap orang yang meminta, menerima.” Yesus menggambarkan Allah sebagai Bapa . Anak yang merasa aman akan berani meminta. Keberanian kita untuk meminta menunjukkan bahwa kita percaya Ia adalah Bapa yang baik dan tidak pernah bosan menolong anak-anak-Nya. Poin Renungan: Kita tidak meminta karena kita kuat, tetapi karena kita punya Bapa yang mengasihi. Doa permohonan bukan tanda kelemahan, tetapi tanda kedekatan . Aplikasi: Setiap kali kita berdoa, ucapkan: "Bapa, aku datang bu...

Mengasihi Tuhan dengan Benar

RENUNGAN: “MENGASIHI TUHAN SESUAI DENGAN KEHENDAK-NYA” 1. Mengasihi Tuhan Dimulai dari Hati yang Mengenal-Nya Ayat: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu…” — Ulangan 6:5 Mengasihi Tuhan bukan perintah yang kosong. Itu dimulai dari mengenal siapa Dia—bahwa Ia adalah Allah yang telah menyelamatkan, memelihara, dan mengasihi kita terlebih dahulu. Kita tidak bisa mengasihi apa yang tidak kita kenal. Karena itu, mengasihi Tuhan berarti menumbuhkan hati yang selalu ingin mengenal Tuhan lebih dalam melalui firman dan pengalaman bersama-Nya. Renungan: Seberapa sering kita membangun keintiman dengan Tuhan? Tanpa mengenal Tuhan, kasih kita akan mudah padam. Aplikasi: Bangun waktu khusus setiap hari untuk merenungkan firman, bukan hanya membaca. --- 2. Mengasihi Tuhan Harus Diwujudkan dalam Ketaatan Ayat: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” — Yohanes 14:15 Kasih kepada Tuhan tidak hanya di bibir, tetapi dibuktikan melalui ketaatan. Tuhan menilai kasih k...

Mengasihi

  “Mengasihi Tuhan, Sesuai Dengan yang Tuhan Kehendaki” I. Pendahuluan Banyak orang berkata, “Saya mengasihi Tuhan.” Tetapi pertanyaannya: apakah kita mengasihi Tuhan sesuai dengan yang Tuhan kehendaki, atau hanya sesuai perasaan kita sendiri? Firman Tuhan menunjukkan bahwa kasih kepada Tuhan bukan hanya perasaan , tetapi ketaatan, kesetiaan, dan penyerahan hidup . II. Dasar Alkitab Utama 1. Ulangan 6:5 “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” Ayat ini menunjukkan sumber, kedalaman, dan totalitas kasih kepada Tuhan. Kasih yang Tuhan kehendaki adalah kasih yang total , bukan parsial. 2. Yohanes 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Kasih sejati dinyatakan melalui ketaatan , bukan hanya kata-kata. III. Poin-Poin Khotbah 1. Mengasihi Tuhan dengan Hati yang Utuh Ulangan 6:5 menegaskan “segenap hati”. Artinya: Tidak bercabang Tidak setengah-setengah Tidak ha...

Berubah

  . Renungan: Aku Harus Berubah Dulu Sebelum Bisa Mengubah Ayat dasar: Matius 7:3–5 – “Keluarkanlah dahulu balok dari matamu…” 1. Perubahan Dimulai dari Dalam Ayat pendukung: Mazmur 51:10 – “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku…” Amsal 4:23 – “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Perubahan sejati tidak dimulai dari orang lain, tetapi dari hati kita. Kita tidak bisa menuntut orang lain berubah jika kita sendiri tidak mau dibentuk. Keteladanan lebih keras berbicara daripada kata-kata. 2. Tuhan Tidak Menuntut Kesempurnaan, Tetapi Proses Ayat pendukung: Roma 12:2 – “Berubahlah oleh pembaharuan budimu…” Filipi 1:6 – “Ia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu akan meneruskannya sampai selesai…” Tuhan tahu kita tidak sempurna. Yang Dia cari adalah hati yang mau diproses. Saat kita mau berubah, Roh Kudus bekerja dari dalam untuk memperbarui cara berpikir, karakter, dan kebiasaan kita. ...

Mengasihi Tuhan dengan benar

 Sudahkah kita melayani dengan Benar? Sesuai dengan Mindset Tuhan? 1 Korintus 9:27 (TB) > “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” Beberapa terjemahan dan tafsiran memakai kata-kata seperti: “jangan aku sendiri tertinggal,” “jangan aku sendiri gagal,” “jangan aku sendiri tidak layak,” Makna utamanya: Paulus sangat serius tentang disiplin rohani. Ia tidak ingin setelah mengajar banyak orang, hidupnya sendiri tidak berkenan kepada Tuhan, sehingga ia “tertinggal” dari mahkota dan panggilan ilahi. Penjelasan Singkat “Melatih tubuhku” → Paulus menjaga hidupnya dalam kekudusan dan disiplin. “Menguasainya” → ia menundukkan keinginan daging. “Jangan aku sendiri ditolak” → agar ia tidak gagal mencapai tujuan rohani meski telah banyak melayani.   Renungan: “Jangan Sampai Aku Tertinggal” 1 Korintus 9:27 “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan ...

7 hari menjadi sekarakter Yesus

Menjadi sekarakter dengan Yesus HARI 1 — Rendah Hati Seperti Yesus Ayat: “Hendaklah kamu menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” — Filipi 2:5 Renungan: Yesus, Sang Raja segala raja, rela merendahkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba. Ia tidak menuntut dihargai, dihormati, atau dianggap penting. Perubahan karakter dimulai ketika hati kita mau menanggalkan keakuan dan mengadopsi kerendahan hati Kristus. Kita berubah, bukan demi dipuji, tetapi supaya Kristus makin terlihat dalam hidup kita. Doa: Tuhan, lembutkan hatiku agar aku belajar rendah hati seperti Engkau. Amin. --- HARI 2 — Mengampuni Tanpa Batas Ayat: “Ampunilah… sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu.” — Kolose 3:13 Renungan: Mengampuni adalah ciri paling nyata dari karakter Yesus. Ia mengampuni bahkan ketika disalibkan. Kita tidak bisa berubah menjadi seperti Kristus jika hati masih dipenuhi luka, dendam, atau kepahitan. Pengampunan membebaskan kita dan membuat ruang bagi kasih Tuhan untu...

Taat Membawa Berkat

“Taat Membawa Berkat” Renungan Harian 7 Hari — “Taat Membawa Berkat” Hari 1 — Ketaatan Membuka Pintu Berkat Ayat: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu… maka TUHAN akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.” — Ulangan 28:1 Renungan: Tuhan tidak pernah melepaskan berkat-Nya secara sembarangan. Berkat-Nya mengalir kepada orang yang mau mendengar dan melakukan kehendak-Nya. Ketaatan membuat kita berada di posisi yang tepat untuk menerima apa yang sudah Tuhan sediakan. Doa: Tuhan, bantu aku untuk selalu mendengar dan melakukan firman-Mu. Bukakan pintu berkat yang sudah Engkau sediakan ketika aku berjalan dalam ketaatan. Hari 2 — Taat Walau Tidak Mengerti Ayat: “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu…” — Yesaya 55:8 Renungan: Tidak semua jalan Tuhan dapat kita mengerti, tetapi kita dapat mempercayai Dia sepenuhnya. Ketaatan di tengah ketidakmengertian adalah tanda iman yang dewasa. Saat kita melangkah dalam taat, Tuhan menyingkapkan renca...

Di tanam di tepi air (Ibrani)

  📌 Judul Khotbah: “Pohon yang Ditanam di Tepi Aliran Air – Makna Dalam Bahasa Ibrani” 📖 Teks Utama: Mazmur 1:3 “Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air…” 🌿 PENDAHULUAN Mazmur 1 menggambarkan orang benar dengan gambaran alam yang sangat kuat. Untuk memahami kedalaman maknanya, kita masuk kepada Bahasa Ibrani , bahasa asli Perjanjian Lama. Setiap kata memiliki makna yang kaya dan menggambarkan kehidupan rohani yang mendalam. ✨ I. MAKNA “DITANAM” – נָטוּעַ ( Natu'a ) 🔍 Kata Ibrani: נָטוּעַ ( natu'a ) Maknanya: Ditancapkan dengan sengaja Ditempatkan oleh seseorang Ditanam untuk tujuan khusus Ini berarti: Kita tidak hadir secara kebetulan dalam hidup rohani. Ada inisiatif Allah , bukan usaha manusia. Tuhan menanam , menjaga, dan merawat kehidupan orang benar. 👉 Aplikasi: Hidup kita ada dalam rencana Tuhan. Kita ada di tempat kita sekarang karena Tuhan menanam kita untuk bertumbuh. ✨ II. “SEPERTI POHON” – כְּעֵץ ( Ke‘ets ) Kata Ibrani: עֵץ...

Ditanam di Tepi Aliran Air

  “Ditanam di Tepi Aliran Air” – Mazmur 1:1–3 📌 Judul Khotbah: Hidup yang Ditanam di Tepi Aliran Air 📖 Teks Utama: Mazmur 1:1–3 ✨ Pendahuluan Setiap orang ingin hidupnya berhasil, kuat, dan berbuah. Tetapi Alkitab menunjukkan bahwa keberhasilan sejati hanya dialami oleh orang yang hidupnya ditanam dekat dengan Tuhan. Mazmur 1 memberikan kontras antara orang benar dan orang fasik. Fokus kita adalah gambaran indah: “seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air.” 📌 I. ORANG YANG HIDUP DALAM KEBENARAN (AY. 1) Mazmur 1:1 menggambarkan 3 hal yang tidak dilakukan oleh orang benar: Tidak berjalan menurut nasihat orang fasik Berjalan melambangkan pola hidup. Orang benar selektif terhadap pengaruh. Tidak berdiri di jalan orang berdosa Berdiri berarti mulai menetap atau nyaman dalam dosa. Orang benar tidak menikmati dosa. Tidak duduk dalam kumpulan pencemooh Duduk berarti bergabung, bersekutu, dan menyetujui. Orang benar tidak hidup dalam lingkungan ...

7 Hari Doa

  “Jangan Berhenti Berdoa” 📖 Ayat: "Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." — 1 Tesalonika 5:16–18 🕊️ Renungan: Doa bukan hanya saat kita butuh sesuatu dari Tuhan, melainkan napas rohani yang menghubungkan kita dengan-Nya setiap waktu. Ketika kita berhenti berdoa, sebenarnya kita sedang perlahan menjauh dari sumber kekuatan dan damai sejahtera sejati. Kadang doa kita terasa tak dijawab, tapi Tuhan tidak pernah diam. Ia bekerja dengan cara dan waktu yang mungkin tidak kita mengerti. Jangan menyerah hanya karena belum melihat hasil. Teruslah berdoa, sebab setiap doa yang dinaikkan dengan iman tidak akan sia-sia. Tuhan mendengar, Tuhan peduli, dan pada waktu-Nya, Ia akan menjawab dengan cara terbaik. 🙏 Doa: Tuhan, ajarlah aku untuk tidak berhenti berdoa. Saat lemah, kuatkan imanku; saat menunggu, berikan kesabaran; dan saat Engkau menjawab, tumbuhkan hati ya...

Kenapa kita ke gereja

    tujuan kita ke gereja dihubungkan dengan teguran Yesus dalam Yohanes 6:26 . 📖 Yohanes 6:26 (TB) “…kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” Ayat ini adalah teguran keras Yesus kepada orang banyak yang datang mengikuti-Nya hanya karena mau roti —berkat jasmani. 🕊️ Apa Tujuan Kita ke Gereja? Yesus menguji motif hati orang banyak: ➡ apakah mereka mencari Pemberi Berkat atau sekedar berkat-Nya ? Hari ini pun Yesus bertanya hal yang sama kepada setiap kita ketika pergi ke gereja. ✅ 1. Bukan hanya mencari berkat jasmani Banyak orang datang ke gereja dengan motivasi: supaya usaha lancar supaya pekerjaan diberkati supaya semua masalah selesai Itu tidak salah , tetapi bukan tujuan utama . 📖 Yesus berkata: “Bekerjalah… untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.” (Yohanes 6:27) 👉 Gereja bukan “tempat minta berkat”, tetapi tempat mengenal Sang Sumber Berka...

DURI yang di tanggung Kristus

🌱 “Duri yang Ditanggung Kristus” 📖 Ayat Utama — Kejadian 3:18 “Semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu.” ✨ Pendahuluan Ketika manusia jatuh dalam dosa, seluruh ciptaan ikut terkena dampaknya. Tanah yang dulu menghasilkan buah dengan mudah, kini penuh duri dan susah payah . Duri menjadi simbol kutuk dan penderitaan akibat dosa manusia. Namun pengharapan kita tidak berakhir di sana. 🔍 Inti Renungan 1️⃣ Duri: Simbol Kesulitan Hidup Manusia Setiap usaha yang penuh peluh Setiap kegagalan yang menyakitkan Setiap jerih payah yang tidak sebanding dengan hasil Semua itu adalah bukti bahwa dunia ini telah rusak oleh dosa . Kita bekerja keras, namun hasil tidak selalu seperti harapan. 2️⃣ Yesus Menanggung Duri Kita 📖 Matius 27:29 "...mereka menganyam suatu mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya..." Yesus tidak sekadar disalibkan, Ia juga dimahkotai duri — sengaja, bukan...

SEMUA ATAS DASAR KASIH

💖 Semua Atas Dasar Kasih 📖 Ayat Dasar 1 Korintus 16:14 “Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!” ✍️ Pendahuluan Setiap orang bisa melakukan pelayanan. Setiap orang bisa berbuat baik. Namun apa yang membedakan anak-anak Tuhan dalam pelayanan dan kehidupan? ✅ Bukan kemampuan ✅ Bukan popularitas ✅ Bukan karunia rohani ✅ Tetapi dasarnya — yaitu kasih . Kasih bukan sekadar motivasi, tetapi identitas orang percaya. 📌 POIN KHOTBAH ✅ 1️⃣ Kasih Adalah Perintah Utama dari Tuhan 📖  Matius 22:37-39 (TB) Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Matius 22:37-39 Yesus merangkum seluruh hukum dalam dua kasih : Kasih kepada Tuhan Kasih kepada sesama Kasih adalah inti kekristenan . 📌 Aplikasi: Ketika kita mengasihi Tuhan...
“Harapan, Iman, dan yang Terbesar adalah Kasih” 📌 Tema Khotbah Yang Terbesar di Antaranya Adalah Kasih 📖 Dasar Firman 1 Korintus 13:13 “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” ✍️ Pendahuluan Jemaat Korintus memiliki banyak karunia rohani, tetapi kurang dalam kasih. Paulus menegaskan: tanpa kasih, pelayanan atau karunia hanyalah kosong dan tak berguna (ay.1-3). Hari ini kita juga diingatkan untuk membangun kehidupan dan pelayanan kita di atas tiga dasar ini: 1️⃣ Iman 2️⃣ Pengharapan 3️⃣ Kasih (yang terbesar) 📌 POIN KHOTBAH ✅ 1️⃣ Iman — Dasar Hidup Orang Percaya 📖 Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan... Iman: Membawa kita dekat kepada Allah Membuat kita terus melangkah meski tidak melihat hasilnya Menjaga hati tetap percaya dalam proses Tuhan 📌 Aplikasi: Beriman bukan hanya saat diberkati, tetapi saat diuji Taat kepada Tuhan walau tidak m...

Sampai masa Tuamu

Yesaya 46:4 (TB)  Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.  Tubuh boleh melemah, ingatan bisa memudar, tetapi iman harus terus bertumbuh. ✨ — Yesaya 46:4 🌿 Renungan “Ketika Tubuh Melemah, Iman Harus Bertumbuh” (Ibrani 12:2; Yesaya 46:4) Tubuh kita ini fana. Waktu terus berjalan, usia bertambah, dan raga perlahan melemah. Bahkan ingatan yang dulu begitu kuat bisa memudar seiring perjalanan hidup. Banyak nama, peristiwa, dan kemampuan yang dahulu kita miliki perlahan hilang satu per satu. Namun ada satu hal yang tidak boleh melemah: iman kita kepada Tuhan. Firman Tuhan berkata: > “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus…” (Ibrani 12:2) Ketika kita hanya memandang kepada keadaan yang berubah, kita bisa mudah menyerah, takut, atau kehilangan pengharapan. Tetapi ketika mata rohani kita tetap tertuju kepada Yesus, ...

Karena imanya ragu

  Berikut contoh-contoh iman yang melemah atau hilang dalam Alkitab — bukan untuk menghakimi tokoh-tokoh tersebut, tetapi menjadi pelajaran berharga bagi kita. 1️⃣ Petrus – Tenggelam karena Ragu Ayat: Matius 14:28–31 Petrus berjalan di atas air karena percaya kepada Yesus. Tetapi ketika melihat angin dan ombak , ia takut dan ragu → mulai tenggelam. ➡ Kehadiran masalah membuat fokus iman beralih dari Yesus ke keadaan. Pesan: Iman hilang saat kita lebih melihat badai daripada Tuhan. 2️⃣ Thomas – Tidak Percaya Tanpa Bukti Ayat: Yohanes 20:24–29 Thomas berkata, ia tidak akan percaya Yesus bangkit tanpa melihat dan menyentuh luka-Nya. Yesus menegur: 🗣️ "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Pesan: Ketika iman menuntut bukti dulu, ia menjadi lemah. 3️⃣ Elia – Putus Asa dan Merasa Ditolak Ayat: 1 Raja-raja 19:1–4 Setelah kemenangan besar di Gunung Karmel, Elia takut dan lari karena ancaman Izebel. Bahkan ia ingin mati. Imannya tergonca...