Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Kita Butuh Tuhan

Kita Butuh Tuhan Ayat Utama: “Tanpa Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5) 1 Samuel 17:45 (TB)  Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. " Pendahuluan Sering kali dalam kehidupan, ketika segala sesuatu berjalan baik, kita merasa mampu menjalani hidup dengan kekuatan sendiri. Keberhasilan, pengalaman, dan kemampuan membuat kita lupa bahwa semua itu sesungguhnya berasal dari Tuhan. Namun saat masalah, kelemahan, atau kegagalan datang, barulah kita sadar: kita sungguh-sungguh butuh Tuhan. Isi Renungan Yesus dengan tegas berkata bahwa tanpa Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa. Ini bukan sekadar kata-kata rohani, tetapi sebuah kebenaran hidup. Manusia memiliki keterbatasan—secara fisik, pikiran, maupun rohani. Kita bisa merencanakan, bekerja, dan berusaha, tetapi hasil akhir tetap berada dal...

PERCAYA KEPADA TUHAN

Bagaimana Kita Percaya kepada Tuhan AYAT KUNCI Amsal 3:5–6 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” PENDAHULUAN Percaya kepada Tuhan bukan sekadar pengakuan lisan, tetapi sikap hati dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang berkata percaya, namun ketika masalah datang, mereka panik, ragu, dan mengandalkan kekuatan sendiri. Alkitab memberikan banyak contoh bagaimana iman sejati itu dinyatakan. I. Percaya kepada Tuhan dengan TAAT , walau tidak mengerti Contoh: Abraham taat meninggalkan negerinya 📖 Kejadian 12:1–4 Abraham dipanggil Tuhan untuk pergi ke negeri yang tidak ia kenal. Tuhan tidak menjelaskan secara detail masa depan yang akan ia hadapi, namun Abraham taat karena percaya. Pelajaran: Percaya kepada Tuhan berarti melangkah dalam ketaatan, bukan menunggu semua jelas. Iman sejati sering dimulai saat kita tidak melihat jalan, tetapi tetap...

Respon simon Petrus

 “Respon Hati yang Rindu Bertemu Yesus: Bersyukur kepada Pribadi, Bukan Sekadar Berkat”** Ayat Utama: > “Maka ketika Simon Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, ia mengenakan pakaian nelayannya… lalu terjun ke dalam laut.” (Yohanes 21:7) --- Pendahuluan Sering kali setelah menerima berkat, manusia berhenti pada hasil: keberhasilan, pemulihan, atau kecukupan. Namun Simon Petrus memberi teladan berbeda. Setelah malam yang penuh kegagalan dan kemudian jala penuh ikan, fokus Petrus bukan ikan, melainkan Yesus. Responnya spontan: terjun ke danau untuk bertemu Tuhan. --- I. Petrus Mengenali Pribadi, Bukan Sekadar Peristiwa Ayat Pendukung: > “Itu Tuhan!” (Yohanes 21:7a) Penjelasan: Mukjizat ikan banyak hanyalah tanda. Petrus tidak terpaku pada mukjizat, tetapi mengenali Pribadi di balik mukjizat. Iman yang dewasa mampu berkata: “Tuhanlah sumbernya.” Aplikasi: Apakah kita lebih kagum pada berkat, atau pada Tuhan yang memberi berkat? --- II. Respon Petrus: Bergegas Mendekat kepada ...
  Berikut 7 renungan harian pendek dengan tema “Hanya Tuhan Yesus Harapanku” , disusun singkat, alkitabiah, dan aplikatif 🙏 Hari 1 – Harapan yang Teguh Ayat: “ 1 Timotius 1:1-2 (TB)  Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita, kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.  Renungan: Dunia menawarkan banyak sandaran, tetapi semuanya dapat goyah. Yesus adalah satu-satunya harapan yang tidak pernah mengecewakan. Di dalam Dia, hidup kita berdiri di atas dasar yang teguh. Percayakan hari ini sepenuhnya kepada Yesus, bukan pada kekuatan atau rencana sendiri. Hari 2 – Saat Harapan Manusia Berakhir Ayat: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia.” (Yeremia 17:5) Renungan: Ketika manusia gagal menolong, Tuhan tidak pernah terlambat. Keterbatasan manusia sering menjadi pintu bagi kua...

Malaikat

Gambar
 

Shalom

Sejahtera (Ibrani: shalom) adalah kondisi di mana seseorang hidup dalam kepenuhan, keutuhan, dan harmoni dengan: 1. Allah 2. Dirinya sendiri 3. Sesama manusia 4. Lingkungan atau situasi yang ia jalani Shalom bukan hanya “tidak ada konflik,” tetapi suatu keadaan di mana segala sesuatu berada pada tempat yang Allah kehendaki. --- Makna-makna Mendalam dari Sejahtera (Shalom) 1. Keutuhan (Wholeness) Shalom berarti hidup yang utuh, tidak terpecah secara batin, emosional, atau rohani. Ini mencakup hati yang tidak goyah meskipun keadaan sekitar berubah. > “Damai sejahtera Allah… akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” — Filipi 4:7 --- 2. Kelimpahan (Fullness) Shalom memberi gambaran tentang hidup yang penuh, bukan kekosongan, kekurangan, atau kehilangan arah. Ini berbicara tentang hidup yang dijalani sesuai rancangan Allah. > “Akulah datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” — Yohanes 10:10 --- 3. Keharmonisan (Harmony) Sejahtera ...

FOKUS KEPADA TUHAN APLIKASI

FOKUS KEPADA TUHAN DALAM PEKERJAAN SEHARI-HARI 1. Memulai Hari dengan Menyerahkan Pekerjaan kepada Tuhan Sebelum bekerja, luangkan 2–5 menit untuk doa singkat: “ Tuhan, pakailah pikiran dan tanganku hari ini. Beri hikmat, kesabaran, dan hati yang takut akan Engkau.” Amsal 16:3 — “Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.” ➡ Ketika pekerjaan dimulai dengan penyerahan, hati lebih tenang dan pikiran lebih tertata. 2. Bekerja dengan Integritas Fokus pada Tuhan terlihat dari cara kita menjaga kejujuran dalam hal kecil maupun besar. Kolose 3:23 — “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” ➡ Tidak curang, tidak mengambil kesempatan, tidak bekerja asal-asalan, tetapi memberi yang terbaik. 3. Menjaga Sikap Hati di Tengah Tekanan Kerja Tekanan, kemarahan, atau kelelahan sering mengalihkan fokus dari Tuhan. Belajarlah berkata dalam hati: “Tuhan, pimpin pikiranku. Beri aku damai-M...

Fokus kepada Tuhan

“Apa yang Terjadi Jika Hati Kita Fokus Kepada Tuhan” (Disertai ayat Alkitab dan poin-poin khotbah) I. PENDAHULUAN Hati manusia mudah terdistraksi oleh banyak hal: kekhawatiran, masalah, pencapaian, bahkan pelayanan. Firman Tuhan berulang kali mengajak kita kembali menaruh fokus hati kepada Tuhan , karena dari hati mengalir seluruh alur kehidupan (Amsal 4:23). Pertanyaan yang penting adalah: Apa yang terjadi ketika hati seseorang benar-benar fokus kepada Tuhan? Jawabannya: hidupnya berubah total — damai, kuat, dipimpin, dan dipakai Tuhan. II. INTI KHOTBAH 1. Fokus kepada Tuhan Membawa Damai Sejahtera Ketika hati seseorang terarah kepada Tuhan, kekhawatiran hilang dan digantikan damai yang tidak dapat diberikan dunia. Ayat pendukung: Yesaya 26:3 — “Yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera...” Filipi 4:7 — “Damai sejahtera Allah… memelihara hati dan pikiranmu.” Penjelasan: Fokus kepada Tuhan berarti memandang Tuhan lebih besar dari masalah. Hasilnya: hati ...

2 Korintus 1

  ASIA KECIL Asia Kecil = wilayah Anatolia (Turki sekarang), tempat berdirinya banyak jemaat mula-mula, dan pusat penting pelayanan Rasul Paulus. Pada masa Romawi, Asia Kecil menjadi pusat penting perdagangan, budaya, dan agama. Banyak kota di sana menjadi pusat penyebaran Injil setelah kebangkitan Yesus. Bahasa yang banyak dipakai adalah Yunani, karena pengaruh kekaisaran Helenistik. ----------+-- Judul: “Dibentuk Melalui Kesengsaraan: Melihat Penderitaan Dengan Mata Paulus” Teks: 2 Korintus 1:3–11 1. Penderitaan Bukan Bukti Allah Meninggalkan, Tetapi Allah Menguatkan Paulus menyebut Allah sebagai “Bapa segala penghiburan” . Penderitaan bukan tanda Allah menjauh, tetapi tempat Allah menyatakan: kekuatan-Nya penghiburan-Nya hadirat-Nya yang paling nyata Ketika beban terasa menghimpit, sesungguhnya Tuhan sedang menguatkan umat-Nya dari dalam. 2. Penderitaan Membentuk Karakter dan Menghasilkan Penghibur-Penghibur Baru Paulus berkata bahwa Allah menghibur dia supaya ia ...

Realitas Hidup sebagai Alat Pembentukan

📌 SLIDE 1 — JUDUL Allah Memakai Realitas Hidup sebagai Alat Pembentukan Tekanan mengikis kesombongan Kegagalan menyingkapkan kelemahan Kekecewaan memurnikan ketergantungan 📌 SLIDE 2 — PENDAHULUAN Tuhan membentuk kita bukan hanya melalui firman tetapi melalui proses hidup: tekanan, kegagalan, kekecewaan. Semuanya dipakai-Nya sebagai alat pemurnian. 📌 SLIDE 3 — TEKANAN MENGIKIS KESOMBONGAN 2 Korintus 1:8–9 “...supaya kami belajar percaya bukan kepada diri sendiri…” Poin: Tekanan menyingkapkan bahwa kita tidak sekuat yang kita pikirkan Tuhan memakai tekanan untuk menundukkan ego Tujuannya: kembali mengandalkan Tuhan 📌 SLIDE 4 — APLIKASI: TEKANAN Jangan hanya mencari jalan keluar Cari apa yang Tuhan sedang bentuk Belajar berkata, “Tuhan, apa yang Engkau ubah dalam diriku?” 📌 SLIDE 5 — KEGAGALAN MENYINGKAPKAN KELEMAHAN Lukas 22:31–32 Yesus berdoa agar iman Petrus tidak gugur. Poin: Kegagalan bukan akhir—itu cermin karakter Tuhan tidak mempermalukan, tetapi memulihkan Area yang tampak: ...

7 dampak bersyukur

7  “Dampak dari Hati yang Bersyukur”,  Renungan 1 — Sukacita yang Mengalir Ayat: “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!” — Mazmur 118:1 Renungan: Hati yang bersyukur membuka pintu bagi sukacita sejati. Bukan karena keadaan berubah, tetapi karena kita melihat tangan Tuhan bekerja di balik semuanya. Syukur mengubah suasana hati dan memulihkan semangat. Doa: Tuhan, jadikan hatiku penuh syukur agar sukacitaku selalu nyata. Renungan 2 — Menguatkan Iman Ayat: “Dalam segala hal ucapkanlah syukur.” — 1 Tesalonika 5:18 Renungan: Saat kita bersyukur dalam setiap keadaan, iman kita bertumbuh. Kita belajar percaya bahwa Tuhan memegang kendali. Syukur membuat kita melihat janji-Nya lebih besar dari masalah. Doa: Tuhan, ajar aku bersyukur agar imanku semakin kuat. Renungan 3 — Mengusir Kekuatiran Ayat: “Janganlah hendaknya kamu kuatir... nyatakanlah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” — Filipi 4:6 Renungan: Syukur adalah obat untuk hati yang gelisah. Ketika kita mengucap syu...

7 Memohon kepada Tuhan

“ Memohon kepada Tuhan dengan iman dan percaya.” Hari 1 — Tuhan Mendengar Seruan Kita Ayat: “Berserulah kepada-Ku maka Aku akan menjawab engkau.” — Yeremia 33:3 Renungan: Setiap doa yang kita panjatkan tidak pernah sia-sia. Tuhan tidak tuli terhadap permohonan umat-Nya. Saat kita datang dengan iman, kita sedang menyatakan bahwa kita tidak mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi percaya kepada kebesaran-Nya. Doa: Tuhan, aku percaya Engkau mendengar doaku. Ajarku berseru dengan hati yang yakin. --- Hari 2 — Mintalah Dengan Tidak Bimbang Ayat: “Mintalah dengan iman dan jangan bimbang.” — Yakobus 1:6 Renungan: Iman berarti tetap percaya meskipun keadaan tidak kelihatan berubah. Tuhan menghargai doa yang disertai kepercayaan penuh. Ketika kita bimbang, kita membuka pintu bagi keraguan. Tetapi saat kita yakin, kita mengizinkan Tuhan bekerja lebih besar lagi. Doa: Bapa, kuatkan imanku. Jadikan hatiku teguh saat aku meminta kepada-Mu. --- Hari 3 — Bapa yang Memberi dengan Murah Hati Ayat: “Betap...

membangun Hubungan

Membangun Hubungan yang Erat dengan Tuhan Hubungan dengan Tuhan tidak terjadi secara otomatis—itu dibangun, dipelihara, dan diperdalam setiap hari. Sama seperti hubungan dengan seseorang yang kita kasihi, hubungan dengan Tuhan pun membutuhkan waktu, perhatian, dan hati yang sungguh-sungguh. 1. Mengenal Tuhan Lewat Firman-Nya Alkitab adalah cara utama Tuhan berbicara kepada kita. Mazmur 119:105 – “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Semakin sering kita membaca dan merenungkan firman, semakin jelas kita mengenal hati-Nya, kehendak-Nya, dan jalan-jalan-Nya. 2. Berdoa dengan Hati yang Jujur Doa bukan hanya permohonan, tapi percakapan hati ke hati dengan Bapa. Yeremia 33:3 – “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau…” Keterbukaan dalam doa membuat hubungan semakin akrab, karena Tuhan menghendaki kejujuran, bukan formalitas. 3. Taat dalam Hal-Hal Kecil Ketaatan menunjukkan bahwa kita bukan hanya mengenal Tuhan, tetapi juga mempercayai-Nya. Yo...